Waskita Kedepankan Prinsip GCG untuk Tingkatkan Kinerja

Director of Human Capital Management and System Development PT Waskita Karya Tbk, Hadjar Seti Adji di Jakarta, Selasa (10/9/2019)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) berkomitmen meningkatkan kinerja dengan menerapkan tata kelola perusahaan baik dan bersih sesuai prinsip good corporate governance (GCG). Kinerja positif yang diraih Waskita selama beberapa tahun terakhir, merupakan hasil dari penerapan prinsip GCG yang dijalankan.

Director of HCM and System Development PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Hadjar Seti Adji menyampaikan, Waskita berupaya menerapkan GCG berkesinambungan agar dapat memberikan nilai tambah bagi stakeholders. Waskita juga mewajibkan seluruh pegawai, mulai level Board of Director sampai kepala proyek untuk melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sesuai surat Keputusan Direksi No.32/SK/WK/PEN/2013 tentang Penetapan Pedoman Sistem LHKPN PT Waskita Karya (Persero) Tbk. “Waskita tepat waktu menyampaikan pelaporan," kata Hadjar Seti Adji saat media gathering di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Melalui penerapan GCG, Waskita berkomitmen menaati setiap aspek hukum, sehingga mampu menjalankan perusahaan secara profesional dan efisien. Selain itu, dari assessment penerapan GCG yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) terhadap tahun buku 2018 menyatakan penerapan GCG Waskita telah memenuhi kesesuaian.

Lebih lanjut Hadjar Seti Adji menyampaikan perseroan juga menerapkan kebijakan whistleblowing yang mencakup antara lain cara pengaduan, perlindungan dan jaminan kerahasiaan pelapor, penanganan pengaduan, pihak yang mengelola aduan, dan hasil penanganan dan tindak lanjut pengaduan. "Waskita juga sudah menyempurnakan Pedoman Sistem Pelaporan Pelanggaran (SPP) Whistle Blowing System (WBS)," kata Hadjar Seti Adji.

Langkah perbaikan di internal pun dilakukan, melalui penerapan aspek teknologi berbasis digital, sehingga setiap kebijakan dilakukan cepat dan transparan. "Perseroan melakukan transformasi agar dapat bersaing dengan perusahaan lain serta bisa menjadi market leader di bidang konstruksi," kata Hadjar Seti Adji.

Melalui Project WIDE (Waskita Integrated Digital Enterprise) diharapkan sistem SAP akan dapat berkontribusi pada peningkatan sinergi, konsolidasi, efektivitas, serta mendukung optimalisasi dan efektivitas proses bisnis. Setelah implementasi SAP, Waskita akan memiliki sistem ERP (Enterprise Resource Planning) yaitu sistem aplikasi IT terintegrasi atas seluruh sumber daya di Waskita untuk peningkatan kinerja operasional. Seiring penerapan GCG dan pembaharuan sistem teknologi berbasis digital, manajemen PT Waskita Karya (Persero) Tbk turut melakukan transformasi di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Lingkungan, dan Mutu (K3LM) pada proyek-proyek yang sedang dikerjakan. “PT Waskita Karya (Persero) Tbk berupaya keras dengan mengukuhkan komitmen seluruh insan Waskita terhadap K3LM melalui perbaikan SOP, metode kerja, dan peningkatan disiplin para pegawai dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia,” tegas Hadjar Seti Adji.

Saat ini, Waskita memiliki 800 ahli muda dengan sertifikat keahlian bidang Pekerjaa Umum dan Perumahan Rakyat dengan 500 di antaranya ahli K3 konstruksi. Sejak tahun 2018 Waskita menjadi tempat studi banding K3 di instansi pemerintah dalam dan luar negeri, BUMN dan BUMD sebanyak lebih dari 9 kali, dan pada tahun 2019 sudah lima kali dilakukan. “Diharapkan dengan adanya komitmen seluruh Insan PT Waskita Karya (Persero) Tbk terhadap K3LM dapat membuat seluruh pekerjaan dilingkungan proyek diselesaikan dengan baik sesuai SOP yang ada,” kata Hadjar Seti Adji. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Waskita Kedepankan Prinsip GCG untuk Tingkatkan Kinerja. Please share...!

Back To Top