Ekspansi, Warna Bhuana Rilis Surat Berharga Jangka Pendek Rp500 Miliar

Founder dan CEO PT Warna Bhuana Investama (WBI) Setyo Wisnu Broto menandatangani kerjasama dalam penerbitan Surat Berharga Investasi Jangka Pendek (SBIJP) dengan nilai sebesar-besarnya 500 miliar rupiah disaksikan Group CEO Ascort Asia Anthony Soewandy dan Assistant Vice President Divisi Investment Services BRI Elvy Yosna Lubis di Jakarta, Jumat (18/10/2019)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Perusahaan pengolahan kayu dan studio perfilman, PT Warna Bhuana Investama (WBI) menerbitkan Surat Berharga Investasi Jangka Pendek (SBIJP) senilai Rp 500 miliar untuk menunjang rencana ekspansi. Surat utang itu dijual kepada mitra strategis ritel (private placement) dengan nominal minimal Rp 100 juta.

"Dana surat utang untuk kebutuhan modal kerja, investasi dan sebagian pelunasan utang," kata Founder dan CEO PT Warna Bhuana Investama, Setyo Wisnu Broto di sela penandatanganan kerja sama SBIJP dengan Ascort Asia dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) di Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Setyo Wisnu Broto menjelaskan, dana SBIJK sekitar 65 persen untuk modal kerja, 25 persen untuk investasi dan sisaya 10 persen atau Rp 50 miliar untuk pelunasan sebagian utang. Dengan pendanaan eksternal, perseroan berharap pendapatan dapat naik sekitar 20-25 persen pada 2020 dari proyeksi pendapatan akhir tahun 2019 sebesar Rp 380 miliar. Hingga kuartal II-2019 pendapatan perseroan sudah mencapai Rp 190,4 miliar. Sebagai gambaran, pada 2018 pendapatan Warna Bhuana Investama mencapai Rp 322 miliar atau naik dari 2017 sebesar Rp 279,5 miliar.

PT Warna Bhuana Investama memiliki dua bidang usaha yakni pengolahan kayu melalui anak usahanya, PT Rimba Sentosa Persada dan produksi film melalui PT Mitra Andalas Visual. PT Rimba Sentosa Persada (RSP) pada 2018 menjual bahan material 800.000 unit dan 190.000 unit furnitur. Hingga Juni 2019, penjualan furnitur mencapai 125.000 unit dan bahan matetrial sebanyak 379.000 unit. RSP memiliki pabrik furnitur berkapasitas 500 m3 per bulan dan pabrik bahan material berkapasitas 5.000 m3 per bulan di Jawa Tengah. Seluruhnya produknya diekspor ke Prancis, Denmark, Jerman, Swedia, Taiwan, Singapura, dan Jepang sekitar 50-60 kontainer per bulan. "Ke depan kami akan perluas pasar ekspor ke Uni Emirat Arab dan Arab Saudi," kata Setyo Wisnu Broto.

Sementara PT Mitra Andalas Visual bergerak di bisnis studio perfilman, dengan proyek pertamanya film dokumenter seperti Indonesia Exploride dan TOQUE 12 yang dikemas dalam format konten culinary dan lifestyle reality show. Saat ini, studio perfilman MAV telah menjadi integrated production house pertama yang mengembangkan produk konten film panjang dan film serial yang dikemas dalam format 4K.

Dalam aksi korporasi ini Warna Bhuana Investama, menggandeng Ascort Asia Group selaku konsultan independen ke para calon investor ritel secara terbatas. Sementara BRI selaku agen fasilitas, pemegang jaminan, dan pembayaran. "Surat utang ini memiliki bunga 11 persen dengan tenor 6 bulan. SBI-JP merupakan alternatif investasi dengan risiko termitigasi karena melibatkan lembaga independen seperti konsultan hukum, kantor akuntan publik, notaris, kantor jasa penilai publik, serta jaminan aset tetap," kata Group CEO Ascort Asia, Anthony Soewandy. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Ekspansi, Warna Bhuana Rilis Surat Berharga Jangka Pendek Rp500 Miliar. Please share...!

Back To Top