Kepada Menkes Baru, Nila Moeloek Titipkan Perbaikan JKN

Media menyerahkan karikatur kepada Nila Moeloek sebagai ungkapan terimakasih pada acara ramah tamah di kediamannya di kompleks Mikasa, Kuningan Timur, Jakarta, Senin (21/10/2019)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Sejak pelantikkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Minggu (20/10), berakhir pula jabatan menteri Kabinet Kerja I. Tak lagi menjabat Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek, menitipkan sejumlah pekerjaan rumah untuk menteri yang baru. Salah satunya perbaikan program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ke depan. Nila Moeloek mengatakan, pelaksanaan JKN-KIS bukanlah persoalan mudah. Terutama bagaimana memperkuat upaya promosi dan preventif sebagai garda terdepan menekan penyakit-penyakit yang menyerap anggaran besar dari program JKN-KIS. Mengutip data BPJSK, rata-rata per hari ada 640.822 kunjungan orang berobat menggunakan kartu JKN-KIS.

Penyakit yang dideritanya pun sebagian berbiaya mahal. Di 2018 saja, sebesar Rp 20,42 triliun dana JKN-KIS habis untuk membiayai delapan penyakit katastropik, atau 22 persen dari total pengeluaran untuk biaya pelayanan kesehatan di tahun tersebut sebesar Rp 94,3 triliun. Di 2019 sampai bulan Mei, biaya untuk delapan penyakit ini sebesar Rp 10 triliun. Dari delapan penyakit itu, empat penyakit menempati posisi teratas, yaitu jantung, gagal ginjal, kanker, dan stroke. "Penyakit-penyakit berbiaya mahal ini bisa dicegah dengan perilaku hidup sehat. Cegah diabetes melitus, hipertensi, kolesterol. Belum lagi operasi katarak juga banyak. Lansia kita banyak, bahkan meningkat dua kali lipat nanti di 2030,” kata Nila, Senin (21/10/2019).

Lanjut Nila, dengan perilaku seperti ini, maka sistem JKN-KIS harus dibenahi. Jika tidak, defisit pembiayaan selalu jadi ancaman setiap tahunnya. Mengurangi manfaat bisa jadi salah satu solusi mengatasi defisit, namun cara ini menurut Nila tidak diperbolehkan oleh Undang-Undang. Jika mau, maka UU harus direvisi. Selain itu, bagaimana meningkatkan penerimaan dari iuran peserta. Soal iuran ini, menurut Nila, pemerintah harus segera mengambil keputusan. Apakah menaikkannya agar sesuai dengan kebutuhan sebagaimana hitungan aktuaria, ataukah pemerintah hanya memberikan dana bantuan/talangan ketika JKN-KIS mengalami kekurangan pembiayaan. Kemkes sendiri, lanjut Nila, bertugas di bagian hulunya, yaitu mengubah perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat untuk menekan jumlah kunjungan ke fasilitas kesehatan.

Tantangan lainnya, lanjut Nila, distribusi tenaga kesehatan belum merata di seluruh daerah. Saat ini, jumlah fakultas kedokteran sebanyak 80 dengan lulusan 12.000 sampai 15.000 orang per tahun. Namun, tidak ada kewajiban bagi dokter ini untuk bertugas ke daerah. “Lulusannya begitu banyak 15.000, tapi pada kemana. Tidak banyak yang mau ke daerah. Mengaturnya itu yang sulit. Dulu kita ada Inpres (yang mewajibkan ke daerah), tetapi kalau semuanya kita Inpres-kan berapa biayanya,” kata Nila.

Nila berharap tantangan distribusi dan peningkatan kualitas SDM ini perlu dilanjutkan Menkes berikutnya. Kualitas kompetensi tenaga kesehatan terutama di faskes tingkat pertama perlu ditingkatkan untuk mengurangi rujukan pasien ke rumah sakit, sehingga menekan biaya pengobatan yang lebih mahal. Nila juga berharap Menkes yang baru melanjutkan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISKP). PISKP adalah kegiatan di mana petugas kesehatan mendatangi setiap rumah/keluarga untuk mengecek status kesehatan mereka. Program ini bertujuan mendeteksi penyakit, dan mencegahnya jatuh ke kondisi lebih parah.

PISKP baru menjangkau sebagian keluarga. Dari 12 indikator keluarga sehat, hasil evaluasi menunjukkan beberapa daerah sudah mengalami perbaikan ditandai dengan jumlah keluarga yang sakit mulai berkurang. Namun belum semuanya memenuhi 12 indikator keluarga sehat tersebut, seperti memiliki kartu JKN-KIS, mengikuti program KB, ibu hamil rutin lakukan pemeriksaan ke faskes/tenaga kesehatan, akses air bersih juga sanitasi, dan lain-lain. (ym)
Labels: Kesehatan

Thanks for reading Kepada Menkes Baru, Nila Moeloek Titipkan Perbaikan JKN. Please share...!

Back To Top