Metrostarter Superblock Depok, Proyek TOD Pertama Menyatu dengan Terminal dan Stasiun

MetroStater Superblock Depok


DEPOK (IndonesiaTerkini.com)- Trivo Group salah satu developer yang fokus dalam pengembangan konsep superblock saat ini tengah memasarkan proyek barunya, yaitu MetroStater Superblock Depok. Sebelumnya perusahaan ini sukses mengembangkan PGC Cililitan, Tangerang City, dan Sentra Grosir Cikarang. Proyek besar lainnya yang sedang dikembangkan adalah Sakura Garden City (Cipayung) yang bekerja sama dengan Daiwa House dan JOIN (BUMN Jepang).

MetroStater Superblock Depok merupakan mixed-use development yang dikemas dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Konsep TOD saat ini menjadi primadona pengembangan properti di kota besar. Berlokasi di ruas jalan utama Kota Depok, Jawa Barat, MetroStater Superblock Depok saat ini merupakan proyek the real TOD satu-satunya dan pertama di Indonesia, karena langsung terhubung dengan terminal dan stasiun Depok Baru. Bersama Pemerintah Kota Depok, Trivo Group melakukan revitalisasi dengan mengemas ulang dengan bentuk mixed-use development. MetroStater Superblock Depok merangkum apartemen, area komersial, pusat belanja berkonsep lifestyle mall, dan juga terminal modern yang terintegrasi. MetroStater Superblock menyatu dengan Terminal Modern Kota Depok dan menempel dengan Stasiun Commuterline Depok Baru. Keduanya menjadi fasilitas andalan MetroStater Superblock Depok karena tak dimiliki proyek TOD lainnya.

"MetroStater Superblock Depok memiliki luas lahan hampir 3 hektar, selain kedua moda transportasi yang berbeda, tidak menutup kemungkinan ke depannya akan ada LRT," kata Direktur Utama Trivo Group Robert Yapari.

Menurutnya Robert, lokasi yang berada di ruas jalan utama Kota Depok, yaitu Jalan Raya Margonda, dan pusat pemerintah Depok membuat proyek ini memiliki infrastruktur yang lengkap. "Proyek ini juga dilengkapi berbagai fasilitas yang akan memenuhi kebutuhan penghuninya seperti pusat belanja berkonsep lifestyle mall. Selain itu juga ada beragam fasilitas lainnya yang memudahkan dan memanjakan penghuni apartemen untuk beraktifitas,” tegasnya.

Ia menambahkan, Depok adalah kawasan kampus atau universitas dengan jumlah mencapai 16 dengan total mencapai 120.000 mahasiswa setiap tahunnya merupakan potensi pasar yang besar. “Potensi pasar ini setiap tahunnya ada dan terus bertambah seiring dengan bergantinya tahun ajaran baru. Untuk itu tipe studio yang ditawarkan di MetroStater Superblock Depok mencapai 70 persen dari total unit sebanyak 2.000 unit.

Sementara itu Vice President Director MetroStater Depok Ian Wisan menjelaskan, hunian masyarakat urban saat ini tidak cukup hanya hunian yang praktis saja, namun haruslah mampu mengakomodasi kebutuhan mobilitas penghuni guna menunjang aktifitas harian para penghuninya. "Kebutuhan hunian harus mengadopsi konsep hunian yang terintegrasi dengan akses transportasi. Saat ini Depok didominasi para milenial, dan para pekerja muda dengan tingkat aktifitas yang tinggi,” tegasnya.

Menyasar segmen milenial, Trivo Group pun menawarkan produk apartemennya yang dalam tahap awal terdiri dari tiga tower yaitu Alexandria, Barcelona, dan Casablanca dengan harga dimulai dari Rp 15 juta/m2. Menariknya, tipe unit yang ditawarkan untuk studio berbeda dibandingkan tipe studio pada umumnya yang ditawarkan developer lain. “Kita konsepkan tipe studio dengan ukuran 32 meter persegi. Ini lebih nyaman, karena biasanya hanya berukuran 21 meter persegi. Saat ini kita tawarkan konsep pembayaran hingga 60 kali,” imbuhnya. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Metrostarter Superblock Depok, Proyek TOD Pertama Menyatu dengan Terminal dan Stasiun. Please share...!

Back To Top