Anabatic Optimistis Raih Pendapatan Rp6,1 Triliun

Jajaran direksi PT Anabatic Technologies Tbk usai paparan publik perseroan di Jakarta Kamis (28/11/2019)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Emiten solusi teknologi dan informasi (TI), PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) optimistis pendapatan hingga akhir tahun 2019 bisa mencapai Rp 6,1 triliun, atau naik dari realisasi 2018 sebesar Rp 5,4 triliun. Tiga lini bisnis utama Anabatic akan menopang pendapatan perusahaan.

"Kami yakin bisa meraih pendapatan Rp 6,1 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 86 miliar," kata Presiden Direktur PT Anabatic Technologies Tbk, Harry Surjanto Hambali dalam paparan publik perseroan di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Harry mengatakan pendapatan Anabatic dikontribusikan tiga lini bisnis utama yaitu Mission Critical Digital Solution (MCDS) yang menyediakan solusi TI dengan target market industri perbankan, asuransi, dan pemerintah. Lini bisnis kedua Digitally Enriched Outsourcing Service (DEOS) menyediakan layanan outsourcing proses bisnis terintegrasi yakni layanan sumber daya manusia (SDM), proses bisnis, dan pemasaran digital. Ketiga adalah Cloud dan Digital Platform Partner (CDPP) yang menyediakan solusi infrastruktur TI high-end, keamanan siber dan konsultasi TI, Implementasi perangkat lunak, layanan migrasi data.

Direktur PT Anabatic Technologies Tbk, Adriansyah menambahkan hingga November 2019 realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) mencapai Rp 150 miliar. Angka ini kemungkinan besar tidak berubah hingga Desember 2019. Capex ssebesar Rp 60 miliar untuk pengembangam bisnis, Rp 40 miliar untik fix asset dan sebesar Rp 50 m untuk akuisisi perusahaan financial technologies (fintech). Sepanjang 2019 Anabatic sudah melakukan akuisisi tiga perusahaan fintech dan mendirikan satu perusahaan sendiri.

Adriansyah mengungkapkan, fintech di Indonesia memiliki potensi yang luar biasa besar, sehingga Anabatic juga turut melakukan pengembangan bisnis ini dengan meluncurkan IKI yang merupakan brand layanan dari anak perusahaan Anabatic. Saat ini IKI telah memiliki layanan PPOB (Payment Point Online Banking), pengiriman uang (remitansi), dan peer to peer lending untuk UMKM. Hingga saat ini IKI telah memiliki lebih dari 150K partner/agen di seluruh Indonesia. "Fintech kita masih dalam tahap pengembangan atau masih dalam tahap mencangkul, iaya sudah keluar tapi pendapatan masih kecil," kata Adriansyah.

Dia mengatakan, sumber pendanaan capex mayoritas dari kas kas internal dan convertible bond dengan porsi lebih dari 70 persen. Sementara sisanya dari pinjaman bank. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Anabatic Optimistis Raih Pendapatan Rp6,1 Triliun. Please share...!

Back To Top