Envy Gandeng S247 Perbesar Pangsa Pasar Big Data Lokal

Direktur Utama PT Dua Empat Tujuh (S247) Beno Kunto Pradekso (kiri), Direktur PT Envy Technologies Indonesia Tbk Mohammad Nadzaruddin bin Abd Hamid (tengah) dan Mahendra MSC (kanan) usai penandatanganan kerja sama dan peluncuran 'Indonesian Big Data for Sustainable Well Being Initiative' pada acara Konferensi Big Data Indonesia 2019 di Surabaya, Selasa (19/11/2019)


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Dua penyedia jasa solusi teknologi informasi, PT Envy Technologies Indonesia Tbk dan PT Dua Empat Tujuh (Solusi 247) berkolaborasi untuk memperbesar pangsa pasar big data lokal hingga negara-negara Asean. Penandatangan kerja sama dilakukan oleh Direktur Eny, Mohammad Nadzaruddin bin Abd Hamid, dan Direktur Utama Solusi247 Beno Kunto Pradekso di sela acara Konferensi Big Data Indonesia 2019' di Bumi Surabaya City Resort, Surabaya, Selasa (19/11/2019). Dalam kesempatan ini, Envy dan Solusi247 (S247) juga meluncurkan Indonesian Big Data for Sustainable Well Being Initiative.

Direktur Envy, Mahendra, mengatakan, kerja sama ini bertujuan untuk mendesain, mengembangkan dan mengimplementasikan teknologi big data dengan kecerdesan buatan (Artificial Intelligence/AI), IoT (Internet of Thing), teknologi blockchain, keamanan siber untuk big data (Big Data Cyber Security) serta mempromosikan hasil produk-produk kerja sama tersebut ke negara anggota Asean bersama Indonesia Big Data for Susustainable Well Being Initiative. "Untuk saat ini negara Asean yang sudah dekat komunikasinya adalah Malaysia, Singapura, Pilipina dan Thailand," kata Mahendra.

Lebih lanjut, Mahendra mengatakan, adopsi big data oleh pelaku bisnis di Indonesia saat ini tidak kalah dengan pelaku bisnis di negara-negara maju. Mereka sudah memahaminya bahwa adopis big data, AI, IoT dan lainnya bisa menghemat hingga 25 persen biaya operasiona. Saat ini, hampir 65 persen komunitas bisnis skala menengah keatas terutama dari perbankan dan pembiayan sudah mengadopsinya dan mendorong pertumbuhan permintaan pasar sekitar 14 persen hingga 18 persen per tahun. "Pertumbuhan kebutuhan big data ini memberi peluang dan kerja sama dengan S247 dan ITS ini, untuk memaksimalkan upaya bersama dalam membantu produk-produk dan kreasi big data dari anak bangsa sehingga pangsa pasarnya menjadi lebih besar. Kerja sama ini juga memberikan skala kompetitif perusahaan kami di bidang data,” katanya.

Dijelaskan, Envy menyediakan infrastruktur data, persiapan dan integrasi data, platform data, visualisasi data, dan analisis data dengan teknologi keamanan data dan kecerdasan buatan terkini untuk menemukan wawasan yang dapat memiliki dampak bisnis yang nyata dan positif seperti meningkatkan operasional bisnis, peningkatan kinerja, dan pengambilan keputusan yang lebih baik. Sementara S247 merupakan perusahaan penyedia lT Solution dari Indonesia yang berbasis di Jakarta dan berfokus pada pemrosesan data skala besar, sistem manajemen basis data relasional (RDBMS), dan pemrosesan file data paralel dan terdistribusi secara masif. "Kombinasi antara big data dan keahlian untuk menganalisis data akan membantu perusahaan dalam menemukan kunci untuk meningkatkan akurasi dalam analisis masalah bisnis dan efektivitas dalam berbagai keputusan strategi bisnis,” katanya.

Mahendra menjelaskan, seiring pertumbuhan permintaan pasar, penerapan AI dan big data lokal oleh industri maupun lembaga nasional mengalami perkembangan signifikan. "Jika pada lima tahun lalu TKDN big data masih kecil, atau bisa dikatakan ketergantungan pada big data buatan luar negeri bisa menguasai sekitar 95 persen, saat ini bisa ditekan tinggal 25 persen. Artinya, TKDN AI dan big data kita sudah sekitar 75 persen," ungkapnya.

Menurutnya, selain harganya yang jauh lebih terkangkau dibanding dengan menggunakan big data luar negeri, semangat untuk menjaga kedaulatan dan keamanan nasional termasuk dari sisi keamanan siber (cyber security) juga lebih terjamin jika menggunakan big data lokal. Apalagi, jika pengguna akan melakukan pengembangan, ketika memakai AI dan big data asing, tentunya akan terikat dengan kewajiban untuk menggunakan konsultan atau lisensi asing, yang notabene harganya tinggi. "Jangan khawatir, teknologi AI kita sudah bisa disejajarkan dengan produk luar negeri kok, dan yang paling penting, efisiensi biaya perusahaan jauh lebih bisa ditekan," ujar Mahendra.

Oleh karena itu, pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi dengan menggandeng sejumlah perguruan tinggi dan penggiat Big Data di Tanah Air, sehingga akan menjadi trigger dan pendorong bagi industri dalam negeri dan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri. "Melalui kegiatan Konferensi Big Data Indonesia, sosialisasi kita lakukan,"  tandasnya. (pr)
Labels: IPTEK

Thanks for reading Envy Gandeng S247 Perbesar Pangsa Pasar Big Data Lokal. Please share...!

Back To Top