Impor Bahan Baku Industri Kosmetik Ditargetkan Turun 10%

Talkshow bertema "Kosmetika Inovatif Berbahan Baku Lokal" pada acara Cosmetic Day dalam rangkaian Modest of Fashion Project 2019 (MOFP) di Fx Sudirman Jakarta Rabu (13/11/2019)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Pemerintah menargetkan impor bahan baku industri kosmetika bisa turun 5 persen-10 persen dari porsi saat ini sekitar 70 persen-90 persen.

"Kita inginnya turun sebanyak-banyaknya, tetapi secara realistis, mungkin impor bahan baku kosmetik bisa 5 persen - 10 persen," kata Direktur Industri Kecil Menengah (IKM) Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka Kementerian Perindustrian (Kemperin) E. Ratna Utarianingrum di acara Cosmetic Day dan talkshow bertema "Kosmetika Inovatif Berbahan Baku Lokal" di Fx Sudirman, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Dia harapkan porsi impor bahan baku kosmetika yang saat ini mencapai 70 persen-90 persen bisa turun menjadi 60 persen sampai 80 persen pada tahun depan. (Tahun depan) ya. Proyeksi penurunan impor bahan baku industri kosmetika tersebut mengacu masuknya investasi di rantai intermediate produk. Selain itu, dikaitkan dengan kinerja ekspor-impor dan pertumbuhan ekonomi nasional berkisar 5 persen. "Jadi penurunan 5 persen-10 persen realistis dan masih reasonable," kata E. Ratna Utarianingrum.

Dia mengatakan, jumlah industri kosmetika di Indonesia meningkat 153 perusahaan sehingga total saat ini mencapai 760 perusahaan. Dari total tersebut, sebanyak 95 persen merupakan sektor industri kecil dan menengah (IKM) dan sisanya industri skala besar. Jumlah tersebut menyerap tenaga kerja sebanyak 75.000 tenaga kerja langsung serta 600.000 tenaga kerja tak langsung. Sayangnya, dengan pasar kosmetik yang cukup besar di Indonesia, IKM kosmetik hanya mampu menguasai 15 persen saja. Sebagian besar pasar masih dikuasai industri besar. "Peluang bagi IKM itu sebenarnya masih sangat besar. Sebagian besar pasar masih digarap oleh industri besar. Justru ini yang menjadi peluang kita," kata E. Ratna Utarianingrum.

Ia menyebutkan, saat ini pemerintah telah mulai menumbuhkan startup IKM kosmetik. Bahkan, menurutnya, banyak inovasi-inovasi yang dibuat oleh IKM di bidang kosmetik ini. "Kemenperin juga memlengkapi kemampuan berbisnis IKM dengan cara yang benar. Misalnya, pendampingan di lapangan mengajari bagaimana mereka menjadi pelaku bisnis yang kuat," kata Ratna.

Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari fesyen muslim, industri kosmetik sangat penting mengingat pada tahun depan Kemperin mencanangkan target menajdikan Indonesia pusat industri fesyen muslim dunia. Demi mewujudkan Indonesia sebagai salah satu pusat fesyen muslim dunia. Kemperin berupaya melalui berbagai program untuk mendorong pertumbuhan industri fesyen muslim, antara lain program Modest Fashion Project (MOFP) yang telah digelar sejak tahun 2018. Salah satu rangkaian program ini adalah Cosmetic Day yang terdiri dari talkshow dan beauty workshop. Kemperin mencatat, pada tahun 2018 nilai ekspor industri kosmetik tumbuh 29,8 persen mencapai US$ 677,465 juta dari 2017 sebesar US$ 521,751 juta. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Impor Bahan Baku Industri Kosmetik Ditargetkan Turun 10%. Please share...!

Back To Top