Indonesia Economic Forum ke-6 Akan Bahas Pengembangan SDM

(Ki-Ka) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Dr Totok Suprayitno, Chairman Wantiknas dan Founder Berkarya!Academy Ilham Habibie, Perwakilan dari Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar Indonesia Dr Ir Ahmad Lubis, dan Country Manager Extramarks Indonesia Fernando Uffie, dalam acara Indonesia Economic Forum 2018 di Shangri-La Hotel, Jakarta, 21 November 2018


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Indonesia Economic Forum ke-6 akan kembali digelar untuk membahas seputar transisi ekonomi Tanah Air yang sebelumnya didorong oleh sumber daya alam (SDA) menjadi sumber daya manusia (SDM) pada Selasa (19/11/2019). Diselenggarakan di Hotel JW Marriot Mega Kuningan, Jakarta Selatan, 300 pemimpin politik, bisnis, pemerintah dan masyarakat sipil terkemuka akan dipertemukan untuk bertukar pendapat pada acara yang bertemakan "Towards a $7 Trillion Economy: Opportunities and Challenges". Adapun tema ini mencerminkan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadikan Indonesia sebagai 5 besar ekonomi global pada tahun 2045 dan mempromosikan pengembangan SDM.

Selaras dengan tema forum kali ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto akan membahas strategi pemerintah dalam membingkai program ekonomi dan sosial dalam mengembangkan SDM Indonesia pada pidatonya "Rising Indonesia: Global Challenges and Opportunities". Pembicara utama lainnya juga berasal dari jajaran pemerintahan seperti Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, Ketua Wantiknas Ilham Habibie, Founder Ancora Foundation dan mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, mantan Wakil Gubernur DKI dan calon Wakil Presiden Sandiaga Uno.

Shinta Kamdani selaku Wakil Ketua Kadin dan CEO Sintesa Group, perwakilan National University of Singapore Kishore Mahbubani dan Jean-Pierre Diserens sebagai CEO Fidurhone SA dan Sekjen CIFA juga turut hadir untuk berdiskusi. "Indonesia Economic Forum adalah platform multi-stakeholder yang menyatukan semua pihak. Visi kami untuk mempromosikan kemajuan ekonomi dan sosial untuk Indonesia dengan mengidentifikasi tren dan peluang utama," ujar Founder Indonesia Economic Forum Shoeb Kagda.

Forum ini juga membuka peluang bagi para pemimpin bisnis dalam membahas pentingnya tata kelola perusahaan dalam peningkatan kinerja perusahaan guna mengembangkan ekonomi luas maupun pasar modal. Tak hanya itu, forum ini bertujuan dapat memetakan jalan ke depan untuk Indonesia dengan mengidentifikasi peluang baru bagi investor dan bisnis di berbagai sektor. Salah satu sektor yang disorot kali ini adalah pendidikan. Sagda menganggap sektor pendidikan dan penarikan bakat global penting dalam mewujudkan visi Jokowi ini. Pada Indonesia Economic Forum ke-6, kemunculan EduTech dan peran start-up di sektor pendidikan akan dibahas oleh panel Intel dan Kementerian Pendidikan. Sumner Lemon selaku Regional Director Intel untuk Asia-Pasifik dan Jepang akan membicarakan terkait upaya pemerintah dalam peningkatan aksesibilitas pendidikan melalui teknologi.

Sachin Gopalan, Co-Founder Indonesia Economic Forum turut bangga karena acara ini telah bermitra dengan perusahaan terkemuka seperti Intel, Deloitte Indonesia, Microsoft, KPMG, Fidurhone SA dan Schoology Asia. "Kami juga sangat berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan para kementerian atas dukungan mereka karena kami percaya bahwa pemerintah akan selalu memberi peran sentral di masa depan negara ini,” ujar Gopalan.

Sejak didirikan pada tahun 2014, Indonesia Economic Forum telah terlibat dengan pemerintah Indonesia, masyarakat sipil, komunitas bisnis, akademisi dan organisasi pemuda. Melalui platform digital, Indonesia Economic Forum menjangkau lebih dari 3.000 pemimpin eksekutif dan bisnis senior serta lebih dari satu juta pengikut di seluruh kawasan. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Indonesia Economic Forum ke-6 Akan Bahas Pengembangan SDM. Please share...!

Back To Top