Ini Pertimbangan LPS Turunkan Tingkat Bunga Penjamin

Anggota Dewan Komisioner LPS Didik Madiyono, Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah, Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan, dan Direktur Eksekutif Keuangan Ferdinan Dwikoraja Purba, di acara Konferensi Pers LPS, di Jakarta, 19 November 2019


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) pada Senin, 18 November 2019, telah menetapkan penurunan tingkat bunga penjaminan untuk simpanan Rupiah dan valuta asing di bank umum dan simpanan Rupiah di bank perkreditan rakyat (BPR) masing-masing sebesar 25 bps. Dengan keputusan tersebut, maka tingkat bunga penjaminan untuk simpanan Rupiah di bank umum sebesar 6,25 persen, dan valuta asing di bank umum 1,75 persen. Sementara itu untuk simpanan Rupiah di BPR 8,75 persen. Tingkat Bunga Penjaminan ini berlaku sejak tanggal 20 November 2019 hingga 24 Januari 2020.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah menyampaikan, kebijakan penurunan Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan ini didasarkan pada beberapa pertimbangan. Pertama, adalah tren suku bunga simpanan perbankan yang mengalami penurunan pasca suku bunga kebijakan moneter sebesar 100 bps sepanjang Juli-Oktober 2019. "Perkembangan Suku Bunga Pasar Simpanan (SBP) Rupiah di 62 bank benchmark rupiah terpantau mengalami penurunan. SBP simpanan Rupiah terpantau turun 12 bps menjadi sebesar 5,48 persen pada periode observasi (15 Oktober 2019 hingga 11 November 2019). Sementara untuk SBP valuta asing dari 19 bank banchmark sepanjang periode evaluasi (18 September 2019 hingga 8 Oktober 2019) tercatat juga mengalami penurunan sebesar 7 bps menjadi 1,08 persen,” terang Halim Alamsyah, di kantor LPS, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Pasca penurunan suku bunga kebijakan moneter domestik (BI 7DRR) sebesar 100 bps dan The Fed sebesar 75 bps sepanjang Juli-Oktober 2019, Halim menyampaikan suku bunga simpanan perbankan masih melanjutkan tren penurunan, khususnya pada produk time deposit (deposito). Di sisi lain komponen distance margin yang merupakan respresentasi intensitas persaingan antar bank untuk Rupiah menunjukkan tren kenaikan. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut dan akan memengaruhi arah Tingkat Bunga Penjaminan ke depan. "Suku bunga simpanan perbankan diperkirakan masih dalam tren turun, mengingat proses penyesuaian terhadap BI 7DRR masih berlangsung, dan baru sebagian diserap oleh perbankan. Membaiknya kondisi likuiditas ditopang pula oleh pertumbuhan DPK yang membaik. Di sisi lain pertumbuhan kredit cenderung lebih terukur sehingga mengurangi gap pertumbuhan," papar Halim.

Pertimbangan kedua adalah kondisi likuiditas perbankan yang terpantau stabil dengan kecenderungan turun di tengah lebih seimbangnya pertumbuhan simpanan dan kredit. Berdasarkan data internal OJK, LDR perbankan cenderung turun menjadi 93,76 persen pada September 2019 dari 94,04 persen pada Agustus 2019. Pertumbuhan DPK bank umum bulan September 2019 menurun tipis dari 7,62 persen y/y di Agustus 2019 menjadi 7,47 persen y/y di September 2019. Sementara pada periode yang sama, pertumbuhan kredit juga terpantau melambat dari level 8,59 persen y/y menjadi 7,89 persen y/y. Hingga akhir 2019, proyeksi pertumbuhan kredit dan DPK industri perbankan diperkirakan masing-masing adalah 10,5 persen dan 7,4 persen, sementara untuk tahun 2020 mencapai 11,5 persen dan 8,4 persen. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Ini Pertimbangan LPS Turunkan Tingkat Bunga Penjamin. Please share...!

Back To Top