Mendekatkan Indonesia dan Myanmar Lewat Mode

Para sahabat Indonesia dari berbagai negara menjadi peragawati dadakan di acara "The Multicoloured Indonesia" yang digelar KBRI Yangon di Wyndham Grand Yangon Hotel, pada Rabu (27/11/2019). Acara ini bertujuan untuk mengakrabkan hubungan Indonesia dan Myanmar


YAGON (IndonesiaTerkini.com)- Bermacam-macam cara bisa digunakan untuk berdiplomasi. Selain diplomasi politik, diplomasi lewat kebudayaan biasanya dipilih banyak pihak untuk mengakrabkan hubungan antarnegara. Langkah itulah yang dipilih oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon. Lewat peragaan busana bertajuk "The Multicoloured Indonesia", KBRI Yangon berusaha untuk memperkenalkan lebih banyak tekstil nusantara kepada masyarakat Myanmar. Beraneka jenis kain dari berbagai wilayah di Indonesia dipamerkan di Wyndham Grand Yangon Hotel, pada Rabu (27/11/2019).

“Seperti Myanmar, Indonesia terdiri dari beragam suku, dan masing-masing memiliki tekstil dengan motif dan cara pembuatan tersendiri. Peragaan busana Indonesia ini hendak menunjukkan bahwa perbedaan itu indah dan harus dirangkul. Maka, kami menyebutnya The Multicoloured Indonesia,” tutur Duta Besar RI untuk Myanmar, Prof. Dr. Iza Fadri.

Karena batik Indonesia sudah dikenal dunia, maka KBRI Yangon mencoba mempromosikan tekstil lain dari seluruh penjuru Indonesia, seperti dari Lampung, Palembang, Padang, Kalimantan, Bali, Aceh, Sulawesi Utara, dan Sumatra Utara. Sebagian besar dikenakan seperti longyi/kain di Myanmar. Acara ini digelar dengan atmosfer persahabatan yang kental. Sebab, para peragawati yang menampilkan kain Indonesia adalah sahabat dan mitra Indonesia dari Myanmar dan negara-negara ASEAN, serta Amerika Serikat, Arab Saudi, Bangladesh, dan Turki. Suasana hangat dan interaktif pun langsung terasa karena para peragawati dan yang tamu yang hadir saling mengenal.

Dalam rangka merayakan HUT ke-70 hubungan diplomatik Indonesia-Myanmar, Indonesia melakukan serangkaian kegiatan, termasuk Festival Indonesia di Yangon pada Oktober 2019 lalu, yang menyoroti seni, budaya, dan makanan Indonesia. Acara ini cukup sukses dan berhasil menarik lebih dari 1.000 pengunjung dalam seminggu. Agar dampaknya semakin terasa, KBRI Yangon kemudian mencoba melakukan upaya lain, yakni mendekatkan diri melalui mode. Serangkaian acara peringatan HUT ke-70 Indonesia dan Myanmar ini digelar dengan harapan, Indonesia selalu berada di hati dan pikiran masyarakat Myanmar. Dengan begitu, akan semakin banyak masyarakat Myanmar yang tertarik untuk berkunjung ke Indonesia, dan peluang kerja sama pun terbuka lebih lebar. (ym)
Labels: Gaya Hidup

Thanks for reading Mendekatkan Indonesia dan Myanmar Lewat Mode. Please share...!

Back To Top