Pasar Properti Diproyeksi Lebih Bergairah di 2020

Konferensi pers Rumah.com Property Market Outlook 2020 di Jakarta, Selasa (12/11/2019)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Pasar properti nasional pada tahun 2020 diprediksi akan lebih positif, setelah tertahan di 2019. Pengembang sebaiknya fokus pada residensial kelas menengah dan menengah atas, dengan menonjolkan prospek investasi dan dukungan akses transportasi umum.

"Indeks harga properti hunian berdasarkan portal properti, Rumah.com Property Market Index diperkirakan akan naik pada kisaran 6 persen - 9 persen (year on year/y-o-y) pada akhir 2020," kata Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan dalam Property Market Outlook 2020 di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Sementara indeks suplai properti hunian berdasarkan Rumah.com Property Market Index diperkirakan akan tumbuh pada kisaran 5 persen (y-o-y) pada akhir 2020.

Ike Hamdan mengatakan, secara umum pasar properti Indonesia di tahun 2020 tidak akan terpengaruh dengan kondisi politik mengingat Pileg dan Pipres 2019 telah usai. Pasar properti diperkirakan akan lebih bergairah dan menuju pemulihan. "Ini merupakan kesempatan tepat untuk membeli properti, baik untuk dihuni maupun sebagai sarana investasi. Minat terhadap properti residensial seken hampir sama besar dengan properti residesial baru. "Pencari hunian lebih mengutamakan lokasi dan sarana transportasi umum yang terdapat di sekitar hunian,” ungkap Ike Hamdan.

Ike Hamdan mengatakan, permintaan masih akan tetap didominasi dari kalangan menengah dan menengah bawah. Namun kebijakan pemerintah melonggarkan loan to value (LTV) atau uang muka untuk pembelian rumah kedua serta pelonggan pajak pertambahan nilai barang mewah (PPnBM) untuk rumah mewah bisa meningkatkan dinamika pasar properti menengah atas dan mewah, yang sedang lesu. Meski terjadi penurunan kepuasan terhadap iklim properti saat ini dibandingkan tahun lalu, secara umum kepuasan masyarakat masih tinggi. Sebanyak 55 persen responden Rumah.com Property Affordability Sentiment Index mengaku berencana membeli properti tahun depan. "Meski demikian, berbelitnya proses pengurusan KPR, terutama untuk pekerja lepas, bisa menjadi penahan laju pasar properti nasional," kata Ike Hamdan.

Dalam kesempatan yang sama Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, untuk mendorong minat pembelian rumah, para pengembang perlu menyesuaikan permintaan konsumen. Sebab permintaan paling besar saat ini untuk kelas menengah dan bawah dengan harga di bawah Rp 750 jutaan. "Yang ada saat ini, pengembang lebih banyak fokus untuk menengah ke atas, padahal permintaan banyak dari yang menengah dan menengah ke bawah. Jadi, ada miss match yang kelihatan cukup jelas," kata Josua Pardede.

Rumah.com menyajikan lebih dari 400.000 data properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya. (ym)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Pasar Properti Diproyeksi Lebih Bergairah di 2020. Please share...!

Back To Top