Pemerintah Terus Mendorong Rkspor Gula Palma

Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (tengah) bersama Direktur Utama PT Atalla Indonesia Wenjoko Sidharta (kanan) di Jakarta, Selasa (5/11/2019)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Kementerian Perindustrian (Kemperin) terus mendorong Industri Kecil Kenengah (IKM) nasional untuk melakukan terobosan agar memiliki daya saing yang tinggi baik di pasar dalam maupun luar negeri. Salah satu pengembangan yang dipacu adalah IKM gula palma, mengingat Indonesia merupakan negara pengekspor utama komoditas tersebut di dunia.

“Pengembangan yang sedang dilakukan, yaitu berbasis sistem informasi terpadu pada proses bisnis baik internal (vertical integration) maupun eksternal (horisontal integration) pada pelaku IKM atau koperasi gula palma untuk dapat meningkatkan efisiensi dan kemudahan telusur,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemperin, Gati Wibawaningsih, Kamis (21/11/2019).

Gati menyampaikan, rantai pasok gula palma mulai dari perajin sampai eksportir cukup panjang, sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja dan bisa mengurangi penganguran. Dengan demikian, diharapkan pula berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian di daerah. Ada pun sentra gula palma terbesar di Tanah Air berada di lima kabupaten, meliputi Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen (Barlingmascakeb). “Jumlah pengrajin gula terbesar di wilayah Barlingmascakeb mencapai 86.881 orang, di mana Kabupaten Banyumas menjadi kabupaten dengan jumlah pengrajin gula palma terbesar. Rata-rata perajin itu dapat memproduksi gula palma sebanyak 4,7 kilogram per hari yang berasal dari 16 pohon kelapa,” papar Gati.

Gati mengungkapkan, gula palma yang berbahan dasar gula kelapa merupakan komoditas yang mempunyai nilai ekspor tinggi dan terus meningkat. Pada tahun 2017, ekspor gula palma mencapai 25.000 ton dengan nilai US$ 42,6 juta, dan pada 2018 ekspor gula palma meningkat menjadi 35.000 ton dengan nilai US$ 52,5 juta. “Karena itu, untuk menjaga pasar utama dari negara pesaing yang sama-sama mengekspor komoditas tersebut, seperti Filipina dan Kamboja, Kemenperin terus mendorong para IKM ini agar memperhatikan kualitas gula palma dengan baik, sehingga tetap terjamin kualitasnya,” tegasnya.

Gati menuturkan, salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh Ditjen IKMA Kemperin untuk mendorong peningkatan kualitas gula palma di Tanah Air, yakni dengan menggelar kegiatan bertajuk “Workshop Pengembangan IKM Gula Palma Berbasis Sistem Informasi Terpadu di Purwokerto”. Tujuan digelarnya kegiatan tersebut, untuk mengenalkan transformasi industri 4.0 kepada IKM gula palma dalam rangka meningkatkan daya saing gula palma Indonesia di pasar global utamanya dalam efisiensi dan traceability. "Kami mengharapkan kegiatan ini dapat memberikan gambaran tentang transformasi industri 4.0 dan IKM gula palma memperoleh informasi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang pada era Revolusi Industri 4.0 dan serta bagaimana tren pasar produk pangan di pasar regional dan global,” ujar Gati.

Pada acara workshop tersebut terdapat penyampaian tentang pembahasan proses bisnis dan sistem informasi di IKM gula palma yang dilakukan Koperasi Serba Usaha (KSU) Nira Satria, sebagai salah satu pelaku dalam industri tersebut. Pada rangkaian kegiatan itu juga, sekaligus ada pembahasan dan masukan dari Tenaga Ahli Industri 4.0 agar ada gambaran yang diperoleh untuk menciptakan solusi sistem dan teknologi informasi yang dapat diimplementasikan di IKM gula palma baik pada rantai suplai maupun unit usaha IKM atau koperasi. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Pemerintah Terus Mendorong Rkspor Gula Palma. Please share...!

Back To Top