Pentingnya Penanganan Medis Optimal bagi Kesehatan Mental

Konferensi pers talk show Depression and Suicide Prevention sekaligus peluncuran anti-depresan DULOXTA® di Jakarta pada Jumat (22/11/2019)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Kesehatan mental merupakan sesuatu yang tidak boleh diabaikan dan patut ditangani secara medis. Inilah pesan yang disampaikan pada konferensi pers talkshow Depression and Suicide Prevention sekaligus peluncuran anti-depresan DULOXTA® pada Jumat (22/11/2019). Pada kesempatan ini, RSJ Dharmawangsa, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dan PT Mersifarma TM mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran betapa pentingnya terapi depresi guna mencegah bunuh diri.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 memperlihatkan prevalensi kesehatan mental emosional sudah mencapai 9,8% dari penduduk Indonesia. Tak hanya itu, prevalensi diagnosis depresi di Indonesia tercatat sebesar 6,1% dan sebanyak 91% tidak terobati. Tentunya, depresi yang tak tertangani dengan baik dapat mengarah ke depresi berulang, sehingga depresi berat yang seringkali berakhir dengan bunuh diri. Salah satu hal yang berperan penting dalam penanganan depresi adalah pemberian antidepresan yang optimal.

Hal ini diutarakan oleh dr. Richard Budiman, Sp. KJ(K), Direktur Rumah Sakit Sanatorium Dharmawangsa, guna menangani kecemasan murni dan korelasinya dengan depresi. Tak hanya itu, pengobatan ini juga dibutuhkan untuk menangani rasa nyeri yang erat dikaitkan dengan depresi dan gangguan kecemasan.

Adapun hal lain yang menjadi perhatian dr. Diah Setia Utami, Sp. KJ(K), MARS serta Ketua PDSKJI (2019-2022) adalah pentingnya antidepresan yang efektif dalam menangani depresi yang berkaitan dengan nyeri pasca putus zat. Ia pun juga menekankan keluarga dan masyarakat berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup penderita depresi.

Bagi dr. Andri, SP., KJ, FLCP (ahli psikomatik) praktisi dan dokter di RS Omni Hospital BSD, ketidaktuntasan pengobatan merupakan sesuatu yang patut dikhawatirkan karena dapat memicu bunuh diri. Sosok yang aktif sebagai Youtuber konten kesehatan ini menyatakan antidepresan dengan golongan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor) tidak dapat menangani depresi akibat ketidaktuntasan pengobatan ini.

Untuk menangani permasalahan di atas, antidepresan bergolongan SNRI (Selective Serotonin Norephinefrine Reuptake Inhibitor) dibutuhkan. Dalam hal ini, DULOXTA® yakni obat golongan antidepresan Duloxetine oleh Mersifarma yang telah direkomendasikan oleh para dokter dan ahli terapis. Bekerja dengan cepat, DULOXTA® dapat mengatasi depresi, gangguan kecemasan, DPNP (Diabetic Peripheral Neurophatic Pain) atau korelasinya dengan penyakit kronik. Dengan sistem "Double Action", serotonin pada DULOXTA® dapat memperbaiki mood dan korelasinya pada nyeri. Tak hanya itu, norephinefrine dapat meningkatkan energi dan konsentrasi pada pasien depresi. Teknologi formulasi delayed released capsule juga mempermudah pasien dengan hanya perlu meminum obat sekali sehari dengan dosis 60 mg. (ym)
Labels: Kesehatan

Thanks for reading Pentingnya Penanganan Medis Optimal bagi Kesehatan Mental. Please share...!

Back To Top