Sinergi Budaya dan Teknologi Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan

Universitas Prasetiya Mulya menggelar konferensi pariwisata internasional, The 2019 International Conference on Culture, Technology, and Tourism (CTT), dalam mendorong terwujudnya pariwisata berkelanjutan


TANGERANG (IndonesiaTerkini.com)- Keragaman budaya Indonesia merupakan potensi yang amat kaya bagi kemajuan bangsa. Terlebih, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) telah menetapkan lima langkah konkret untuk mendongkrak sumbangan devisa dari sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional. Di sisi lain, teknologi berkembang amat pesat dan telah merasuk dalam setiap sendi kehidupan masyarakat di zaman now sebagai disruptor yang tak terelakan. Dapatkah kedua kekuatan besar ini disinergikan untuk memajukan pariwisata yang berkelanjutan? Pertanyaan tersebut, mendorong lahirnya konferensi The 2019 International Conference on Culture, Technology, and Tourism (CTT).

Acara ini dihadiri para perwakilan pemerintah, akademisi, serta praktisi untuk mendiskusikan langkah yang dibutuhkan dalam mengintegrasikan budaya dan teknologi demi terwujudnya pariwisata berkelanjutan.

"Setiap tahun jutaan orang di dunia pergi berwisata. Pertanyaannya, apakah kegiatan tersebut menjadikan dunia lebih baik?” ujar Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Prof Dr Djisman Simandjuntak, saat membuka konferensi CTT 2019 di Kampus BSD, Tangerang Selatan.

Menurut Prof Djisman, pariwisata merupakan pedang bermata dua. Di satu sisi, ia meningkatkan ekonomi dunia secara signifikan. Di sisi lain, industri ini berkontribusi pada berbagai kerusakan lingkungan. "Pemikiran yang kritis mutlak kita butuhkan dalam membangun pariwisata. Jangan sampai euforia ada saat ini merusak masa depan anak-cucu kita,” tambah Prof Djisman.

Tak hanya kerusakan lingkungan, tantangan lain yang dihadapi oleh dunia pariwisata adalah perubahan pola perilaku konsumen. "Saat ini, berwisata dianggap kesempatan mencari pengalaman dan orang-orang rela membayar berapa pun untuk itu,” kata PR Director of Traveloka, Sufintri Rahayu.

Pernyataan tersebut, sejalan dengan paparan Prof Marianna Sigala dari University of South Australia. Manusia kini memiliki persepsi baru tentang 'konsumsi'. Ia tak lagi mencari pengalaman kognitif saja, melainkan pengalaman spiritual. Dalam kegiatan Konferensi Internasional CTT 2019 ini, Universitas Prasetiya Mulya juga memprakarsai Garuda (Global Research on Tourism Development and Advancement) sebagai jurnal asosiasi kepariwisataan dengan dewan editor dan reviewer dari Asosiasi Hildiktipari.

Dekan Sekolah Bisnis Universitas Prasetiya Mulya sekaligus chief editor dari Jurnal Garuda, Prof Agus W Soehadi PhD, memberikan sambutan positif atas diluncurkannya jurnal ini. "Keberlanjutan CTT setiap tahunnya sebagai wadah dari hasil karya akademisi di bidang pariwisata yang berbasis riset," tandas ketua dewan pengarah CTT 2019 ini. (pr)
Labels: Wisata

Thanks for reading Sinergi Budaya dan Teknologi Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan. Please share...!

Back To Top