Empat Desainer Muda Asal Kudus Borong Penghargaan di Singapura

Siswa SMK NU Banat Kudus, Najla Mufida (dua dari kanan) berfoto bersama desainer Taruna (dua dari kiri), usai menerima juara 2 di ajang Grand Prix Sakura Collection Asia Student Awards 2020, untuk karya mode "Shinobi"


SINGAPURA (IndonesiaTerkini.com)- Tujuh siswa SMK NU Banat Kudus sukses unjuk kemampuan di Grand Prix Sakura Collection "Asia Students Awards 2020" di Atrium Jewel Changi Airport, Singapura. Dari tujuh siswa, empat di antaranya sukses memboyong gelar juara dunia. Mereka ialah Dania Pulungan (juara 2), Najla Mufida (juara 3), Salsabila Nizatin (juara 4), dan Fira Aulia (juara 5). Dilansir dari siaran pers Jumat (10/1/2020), empat siswa asal Kudus ini mampu menuai pujian atas desain mode yang mereka pamerkan. Ide dan konsep desain mode yang mereka tampilkan berkolaborasi dengan proyek Citizen Eco Bag dan pengalaman belajar di Esmod Japan, Tokyo.

Dania Pulungan, siswi kelas X dari SMK NU Kudus mengatakan mengusung konsep Shinogiri, yang mengolaborasikan Shinobi dan Ongiri. Dania bertutur, Shinobi merupakan nama lain dari ninja dan onigiri semacam makanan kaki lima di kalangan masyarakat Jepang. "Saya bangga sekali bisa menjadi juara 2 di ajang kelas dunia. Kemenangan ini menjadi capaian dan pengalaman berharga yang bisa memotivasi untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi,” tutur Dania.

Dania mengungkapkan, proses kreatif yang mengantarkannya menjadi juara dimulai sejak ia mencari konsep desain yang tepat, sesuai dengan tema kompetisi ini. "Saya mengambil ide Shinogiri karena dua elemen tersebut mempunyai daya tarik warna monokromatik yang bersatu padu, sehingga dapat membuahkan tampilan yang bersifat urban dan streetwear,” katanya.

Pada desain Shinogiri, kolase warna antara hitam dan putih memiliki arti yang kuat. Warna hitam pada Shinobi melambangkan gagah, tak terlihat dan menyelinap. Lalu untuk warna putih pada onigiri melambangkan arti bersih dan suci. Ditambahkan perwakilan dari program Associate Djarum Foundation, Galuh Paskamagma, prestasi para siswa SMK Kudus menunjukkan potensi pelajar sekolah kejuruan tidak kalah dibandingkan dengan mahasiwa perguruan tinggi asing. "Prestasi ini merupakan sebuah kebanggaan bagi anak-anak SMK NU Banat Kudus. Terbukti karya mereka bisa bersaing dan tidak kalah dengan mahasiswa perguruan tinggi di kawasan Asia,” ungkap Galuh usai acara. (ym)
Labels: Gaya Hidup

Thanks for reading Empat Desainer Muda Asal Kudus Borong Penghargaan di Singapura. Please share...!

Back To Top