Iuran JKN-KIS Naik, BPJSK dan Persi Tinjau Layanan Faskes

Direktur Utama BPJS Kesehatan (BPJSK) Fachmi Idris 


PURWOKERTO (IndonesiaTerkini.com)- Untuk memastikan pelayanan yang diperoleh peserta lancar pascaiuran JKN-KIS naik mulai 1 Januari 2020, Direktur Utama BPJS Kesehatan (BPJSK) Fachmi Idris bersama Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi), Kuntjoro Adi Purjanto meninjau pelayanan kepada peserta di fasilitas kesehatan (faskes). Beberapa faskes yang dikunjungi antara lain adalah Rumah Sakit Umum Daerah Margono Soekardjo (RSMS) Purwokerto dan Klinik Amanda di Kota Purwokerto, Jawa Tengah, yang dikunjungi pada Jumat (3/1/2019).

Fachmi mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan komitmen peningkatan mutu dan kualitas layanan dilaksanakan dengan baik oleh faskes. Hal tersebut sesuai dengan kesepakatan antara BPJSK dan Persi pada pertengahan November 2019 lalu. Beberapa peningkatan kualitas pelayanan ini berupa layanan antrean elektronik dalam rangka memberikan kepastian waktu layanan pada peserta JKN-KIS. Selain itu, rumah sakit (RS) harus memiliki display informasi ketersediaan tempat tidur untuk perawatan dan komitmen memastikan kemudahan pasien gagal ginjal kronis mendapatkan kemudahan layanan cuci darah. RSMS Purwokerto misalnya berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi peserta JKN-KIS. Misalnya, dengan menerapkan antrean elektronik sudah sejak lama dan saat ini sudah dikembangkan melalui pengintegrasian dengan sistem yang ada di BPJSK. Pendaftaran pelayanan di RSMS Purwokerto kini bisa juga diakses melalui aplikasi Mobile JKN.

Fachmi menjelaskan, RSMS Purwokerto dan BPJSK telah mengintegrasikan sistem informasi dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL). Peserta JKN-KIS yang dirujuk dari FKTP bisa langsung didaftarkan ke antrean di RSMS Purwokerto dengan menggunakan aplikasi Mobile JKN dalam fitur Pendaftaran Layanan. Fitur baru yang ada dalam Mobile JKN ini terintegrasi dengan data nomor rujukan pada aplikasi Pcare milik FKTP. "Fitur ini juga memungkinkan peserta untuk bisa mengubah jadwal kedatangan satu kali ke RS sehingga ada kepastian kedatangan dan kepastian pelayanan di RS," kata Fachmi.

Fachmi menjelaskan, dalam aplikasi Mobile JKN juga terdapat fitur baru lain yaitu fitur Jadwal Tindakan Operasi. Fitur ini tersedia sebagai sarana informasi jadwal tindakan/operasi personal peserta, yang terdiri dari informasi jadwal pelaksanaan, nama RS, SMF dan jenis tindakan. Fitur ini juga menyediakan informasi jadwal operasi yang ada di RS yang telah melakukan bridging aplikasi, sehingga dapat memberikan alternatif pilihan RS sebagai tujuan tempat pelaksanaan tindakan/operasi di lokasi terdekat peserta.

Ia berharap dengan pengembangan yang dilakukan ini, juga didukung oleh RS. Dengan begitu, hal-hal yang selama ini menjadi keluhan peserta khususnya terkait keterbukaan informasi dapat segera teratasi. BPJSK mendorong RS lain dalam waktu dekat dapat menerapkan hal serupa. "RSMS Purwokerto dapat menjadi role model penerapan komitmen peningkatan mutu dan kualitas layanan,” tambah Fachmi. (pr)
Labels: Kesehatan

Thanks for reading Iuran JKN-KIS Naik, BPJSK dan Persi Tinjau Layanan Faskes. Please share...!

Back To Top