Kejar Produksi 1 Juta Bungkus Teh Sehari, Matchamu Siap Tembus Pasar Ekspor

(Ki-Ka) Chef Stefani Horison, Lintang Wuriantari selaku Tea Executive Officer Matchamu dan Ratna Somantri dari Indonesia Tea Institute saat diskusi tren teh hijau matcha di Jakarta, Selasa (14/1/2020)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Berawal dari sebuah kafe di Yogyakarta pada tahun 2013 silam, perusahaan rintisan dengan bran Matchamu kini bertransformasi menjadi produsen minuman serbuk kemasan dengan menyasar segmen pasar ritel. Selain produk kemasan, bran besutan PT Matchamu Muda Manggala ini juga mensuplai produknya secara business to business (B2B) untuk segmen hotel, restoran dan kafe-kafe kekinian yang tengah menjamur. Tahun ini Matchamu bahkan mulai membidik pasar ekspor, terutama varian Teh Tarik ke Taiwan.

Lintang Wuriantari, Tea Executive Officer Matchamu mengatakan, geliat bisnis Matchamu didorong oleh meningkatnya penikmat teh hijau di Tanah Air khususnya yang menggunakan bahan baku matcha. Matcha merupakan teh hijau asal Jepang ini diklaim Lintang diminati lantaran memiliki rasa manis khas dengan warna hijau alami. "Karena itu kami optismistis penikmat matcha akan terus meningkat di Tanah Air," urai Lintang di acara Penetapan Hari Matcha Indonesia di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Dalam menangkap potensi pasar tadi, Matchamu menurutnya menargetkan penambahan volume produksi menjadi sebanyak 1 juta sachets atau bungkus per hari di akhir tahun 2020. Saat ini Matchamu memproduksi sebanyak 12 varian minuman kemasan berbahan baku matcha dengan volume produksi mencapai 400 ribu bungkus per hari. "Untuk volume penjualan kami mencapai 40 ton per bulan. Dalam waktu dekat kami juga akan merilis dua varian baru Matchamu," ujarnya.

Dalam memacu penjualan seiring langkah peningkatan volume produksi tadi, Matchamu menempuh semua jalur pemasaran, baik secara konvensional serta lewat media digital. "Penjualan melalui online (e-commerce) saat ini berkontribusi sekitar 5%," ujarnya. Sementara di pasar konvesional, produk Matchamu sudah tersedia di 23 ribu retailer modern di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Melalui jaringan retailer seperti Indomart, Alfamart, Superindo dan lainnya, dikatakan Lintang memberi kontribusi sekitar 60% pada pangsa pasar ritel dari perusahaan peraih start up terbaik dari Bekraf pada tahun 2017 tersebut. Adapun kontribusi pemasaran pada segmen hotel, restoran dan cafe menurutnya mencapai 30%. Terkait ketersediaan pasokan bahan baku, Lintang menyebutkan pihaknya telah menjalin kerjasama dengan lebih 10 petani teh hijau di Kyoto Jepang. “Setiap bulan kami impor sebanyak 2-3 ton bubuk matcha dari Jepang sebagai bahan baku,” urainya. (ym)
Labels: kuliner

Thanks for reading Kejar Produksi 1 Juta Bungkus Teh Sehari, Matchamu Siap Tembus Pasar Ekspor. Please share...!

Back To Top