Pemerintah akan Perbanyak Ekspor Kopi ke Swiss

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memberikan penghargaan kepada Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto dan, disaksikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kementerian koordinator Bidang Perekonomian, Kamis 19 Desember 2019


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Indonesia akan meningkatkan ekspor kopi, di samping kakao ke Swiss. Pasalnya Swiss menjadi importir kopi premium yang cukup tinggi. Nilai ekspor kopi Indonesia ke Swiss mencapai US$ 30 juta.

“Untuk itu, Indonesia akan mengirim delegasi melakukan penjajakan ekspor ke Swiss,” kata Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. Teten mengatakan itu dalam pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Swiss, Muliaman Hadad, di Jakarta, Senin (13/1/2020). Tidak lama setelah itu, di tempat yang sama Teten bertemu Duta Besar RI untuk Ekuador Diennaryati Tjokrosuprihatono.

Teten mengatakan, selama ini eksportir banyak yang langsung datang ke petani untuk mencari komoditi kopi maupun kakao. Namun ke depan ditargetkan nilai ekspor yang lebih besar bekerja sama dengan perusahaan seperti Nestle. Sejumlah produk UKM seperti kopi, kakao, produk berbasis kayu, produk berbasis maritim berpeluang diekspor lebih besar ke Swiss. Karena itu, Kemkop UKM bersama Duta Besar RI untuk Swiss akan melakukan pendampingan meningkatkan kapasitas teknis dan usaha serta membuka akses yang lebih luas bagi para UKM. Swiss akan menjadi gerbang ekspor produk Indonesia ke negara- negara Uni Eropa. "Kita akan gunakan Swiss masuk ke pasar Uni Eropa, karena sudah ada perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan Swiss. Kita akan manfaatkan kerja sama ini," kata Teten.

Sebagaimana diketahui ekspor UKM Indonesia masih baru mencapai 14,5%. Targetnya hingga 2024 ekspor UKM akan naik hingga dua kali lipat atau mencapai 30%. Swiss telah menjadikan kopi menjadi produk unggulannya yang kemudian dipasarkan ke seluruh dunia. Kopi Indonesia sangat top di Swiss. Peluang pasar ini sangat terbuka lebar. Perjanjian perdagangan bebas antar kedua negara harus harus dimanfaatkan seoptimal mungkin agar meningkatkan ekspor Indonesia ke Swiss. "Calon eksportir harus dibina dan ditingkatkan kapasitasnya, dibuka aksesnya dan ditambah pengetahuannya," kata Muliaman.

Duta Besar RI untuk Ekuador, Diennaryati Tjokrosuprihatono, mengatakan, saat ini produk UKM Indonesia yang masuk ke Ekuador masih harus ditingkatkan. Berbagai festival atau pameran dagang, seperti Festival CIDAP dijadikan sebagai sarana untuk memperkenalkan produk Indonesia di negara tersebut. "Tahun lalu kami membawa UKM kain songket, wayang dan handycrat," kata Diennaryati.

Ia mengatakan hubungan kerja sama antar kedua negara masih baru, sehingga penjajakan perdagangan sangat diperlukan. Menurutnya, Ekuador membutuhkan produk UKM seperti alas kaki, furniture, kosmetika fashion, produk obat-obatan herbal. "Ekuador juga sedang getol mencari produk kemasan berbahan baku alam pengganti plastik. Kemungkinan untuk perdagangan yang lebih luas sangat besar," katanya. (ym)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Pemerintah akan Perbanyak Ekspor Kopi ke Swiss. Please share...!

Back To Top