Pentingnya Stimulasi dan Nutrisi di Masa Toddler dan Pra Sekolah

(Ki-Ka) Pritha, Category Marketing Manager DANCOW dan BATITA, Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc., Pakar Nutrisi, Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi., Pakar Tumbuh Kembang Anak dan Titi Akmar, Brand Solutions Manager The Asian Parent


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Merayakan Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 Januari, Nestlé DANCOW mengundang pakar tumbuh kembang anak serta pakar nutrisi untuk menggali lebih dalam mengenai pentingnya masa toddler dan pra sekolah melalui berbagai cara untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal lewat stimulasi yang tepat dan memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Selain itu, Nestlé DANCOW bekerja sama dengan The Asian Parent juga melakukan survey sehingga diketahui sejauh mana pemahaman orang tua Indonesia terkait tumbuh kembang anak di masa toddler dan pra sekolah (1-5 tahun).

Titi Akmar, Brand Solutions Manager The Asian Parent mengatakan, berdasarkan hasil survey kami, sebanyak 5% Ibu masih menganggap usia 1-5 tahun bukanlah fase yang penting dalam tumbuh kembang anak, 29% Ibu juga belum tahu tahapan tumbuh kembang yang sesuai tiap tahapan usianya, meski 92% Ibu setuju bahwa nutrisi berperan penting namun 1 dari 5 Ibu masih menganggap anak usia 1-5 tahun membutuhkan nutrisi yang sama bahkan lebih sedikit dari orang dewasa. Padahal, anak usia 1-5 tahun justru membutuhkan nutrisi 2X lebih banyak dari orang dewasa. Faktanya, masih banyak anak Indonesia yang kekurangan vitamin dan mineral seperti Zat Besi, Kalsium, Vitamin A, Vitamin D, serta Zinc.

Pakar tumbuh kembang anak, Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi. mengatakan, masa tumbuh kembang anak yang paling baik mulai dari dalam kandungan, sampai usia 5 tahun. “Untuk bisa menjadi anak yang unggul, otak anak merupakan bagian yang sangat penting. Ibaratnya, otak anak adalah super komputer yang sangat luar biasa. Bagaimana bisa menciptakan hardware dan software yang baik. Hardware yang baik diperlukan nutrisi yang baik sedangkan software yang baik dihasilkan dari stimulasi dan kasih sayang. Hardware dan software bersama-sama membentuk SDM yang unggul. Intinya, untuk menjadi anak yang unggul maka harus tercukupi  nutrisi, stimulasi serta kasih sayang,” urainya.

Menurut dr. Soedjatmiko, neurogenesis atau proses produksi sel-sel sistem saraf terus berkembang hingga remaja. “Jika kekurangan energi dan protein padahal itu bahan baku hardware-nya, maka perkembangan akan terhambat misal menjadi stunting (tubuh pendek) ataupun anemia. Hal-hal itu membuat kecerdasan turun sehingga kita jadi tidak bisa memiliki SDM yang unggul,” ungkapnya. (pr)
Labels: Gaya Hidup

Thanks for reading Pentingnya Stimulasi dan Nutrisi di Masa Toddler dan Pra Sekolah. Please share...!

Back To Top