PJB Targetkan Rekanan Penuhi Nihil Kecelakaan

Direktur SDM dan Administrasi PJB Suharto bersama jajaran manajemen PJB serta stakeholder pada acara pembukaan pembukaan bulan K3 PJB di Unit Pembangkitan Brantas, Malang, Jawa Timur, Senin (13/1/2020)


MALANG (IndonesiaTerkini.com)- PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) menerapakan secara ketat Sistem Manajemen Keselamatan Kerja Kontraktor atau Contractor Safety Management System (CSMS) bagi para rekanan untuk menjamin pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pelaksanaan pekerjaannya. PJB tahun ini menargetkan semua rekanan memenuhi nihil kecelakaan.

Direktur SDM dan Administrasi PJB, Suharto mengatakan, nihil kecelakaan sudah terpenuhi di tingkat karyawan dalam beberapa tahun terakhir. Hal sama juga diharapka terjadi pada rekanan PJB dengan diterapkannya ketentuan CSMS mulai Oktober 2019 lalu. "Kami ingin pihak ketiga yang mengikuti lelang pekerjaan di lingkungan PJB maupun anak perusahaan PJB diwajibkan melakukan pendaftaran dan prakualifikasi CSMS secara online. Sejumlah isian dan bukti pendukung terkait pelaksanaan K3 dipertanyakan dalam pendaftaran CSMS tersebut. Hasilnya berupa kualifikasi CSMS perusahaan tersebut yang menjadi bahan pertimbangan dalam proses tender," kata Suharto di sela acara pembukaan bulan K3 PJB di Malang, Senin (13/1/2020).

Selain untuk meningkatkan ketaatan K3 di lingkungan kerja PJB, penerapan CSMS tersebut juga menjadi pendorong bagi rekanan untuk turut berperan dalam menaati serta membudayakan K3. "Dengan segala persyaratan yang ada dalam CSMS, semua rekanan diharapkan dapat lebih aware untuk meningkatkan pelaksanaan K3 di lingkungan kerjanya," ungkap Suharto.

Suharto menambahkan, rekanan juga diwajibkan untuk menaati aturan K3 selama bekerja di lingkungan PJB seperti kegiatan safety briefing, safety talk, dan safety induction. "Kami ingin para rekanan juga bisa menjamin pelaksanaan K3 dalam pelaksanaan pekerjaannya," tandas Suharto.

Lebih lanjut, Suharto menjelaskan, PJB telah menerapkan SMK3, OHSAS, sertifikasi, pemenuhan regulasi, aplikasi monitoring hingga sejumlah ketentuan bagi karyawan maupun rekanan untuk meningkatkan implementasi K3 di semua unit usahanya. Selain itu, banyak pula perbaikan di bidang K3 yang telah dilakukan PJB dalam menghadapi revolusi industri 4.0 seperti implementasi Permit To Work (PTW) yang terintegrasi dengan SIT ELLIPSE serta MAXIMO. PTW difungsikan untuk mengontrol akses pekerja dan peralatan, meminimalkan resiko kecelakaan dan kerusakan uni, serta memastikan bahwa SOP dilaksanakan sesuai aturan dan memenuhi standar K3. Selain itu, juga implementasi Izat 4 Azara, sebuah aplikasi berbasis Android yang berfungsi membantu monitoring kesiapan peralatan K3 serta mengoptimalkan pengawasan dan pelaporan K3.

Namun demikian, Suharto mengakui, semua upaya tersebut belum bisa menggaransi pencapaian nihil kecelakaan tanpa adanya komitmen dari seluruh pemimpin untuk selalu menekankan pentingnya pemenuhan aspek K3 secara konsisten di lapangan. "Sinergi semua pihak diperlukan untuk mewujudkan nihil kecelakaan. Setiap individu di lingkungan PJB bertanggung jawab untuk mengimplementasikan budaya K3 secara konsisten dan disiplin. Bahwa, tidak ada yang lebih penting dari jiwa manusia," pungkas Suharto. (pr)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading PJB Targetkan Rekanan Penuhi Nihil Kecelakaan. Please share...!

Back To Top