PTPN X Dorong Inovasi dan Digitalisasi

Direktur Utama PTPN X Dwi Satriyo Annurogo (tengah) bersama jajaran direksi PTPN X saat peluncuran Digimagz PTPN X dan Office Automation di Surabaya, Kamis (2/1/2020)


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X yang merupakan anak perusahaan Holding Perkebunan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) akan fokus pada berbagai inovasi dan digitalisasi layanan untuk mencapai target di 2020 yang bisa melampaui capaian kinerja di 2019.

Direktur Utama PTPN X, Dwi Satriyo Annurogo, mengatakan tahun 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan, karena itu pihaknya menetapkan tahun 2020 sebagai tahun inovasi. "Setiap karyawan akan dipacu untuk bisa melahirkan inovasi terbaru yang merupakan solusi bagi permasalahan-permasalahan di masa datang," kata Dwi di sela peluncuran Digimagz PTPN X dan Office Automation di Surabaya, Kamis (2/1/2020).

Menurut Dwi, salah satu inovasi yang telah dikembangkan untuk menghadapi tantangan di era digitalisasi itu adalah inovasi berbasis digital. Dua diantaranya adalah Digimagz dan Office Automation yang masing-masing mengedepankan kecepatan dalam informasi dan efisiensi biaya. "Dengan inovasi digital, diharapkan target 2020 akan tercapai. Sama seperti pencapaian di 2019, yang menempatkan PTPN X sebagai pemimpin di industri gula dan mampu meraih laba. Saya optimis target tercapai, bahkan terlampaui,” ungkap Dwi.

Pada 2020, PTPN X menargetkan produksi gula total sebesar 352.184 ton dengan realisasi jumlah tebu digiling atau BBT (bahan baku tebu) sebesar 3,8 juta ton. Sedangkan untuk angka rendemen ditargetkan sebesar 8,15 persen dengan produktivitas 75,92 ton/ha. Selain itu, layanan berbasis teknologi informasi, efarming, yang mulai dikembangkan sejak 2016 dan diaplikasi sejak 2018 lalu di PTPN X akan diperluas aplikasinya ke seluruh PTPN di holding perkebunan. "e-farming ini akan diadopsi oleh holding perkebunan agar terinterkoneksi ke dalam satu big data untuk masing-masing perkebunan," katanya.

E-Farming adalah aplikasi pendaftaran lahan dan monitoring kemajuan pekerjaan kebun melalui web dan android. e-Farming memberikan beberapa manfaat yaitu kemudahan registrasi lahan di beberapa pabrik gula, keakuratan verifikasi lahan untuk menghindari tumpangtindih (overlapping) area, kemudahan monitoring lahan, dan juga sebagai media komunikasi dengan petani setiap saat. Beberapa tahapan pengimplementasian telah dilakukan oleh PTPN X selaku role model dan implementator sejak awal Juli 2018 yang lalu. Tahapan tersebut yakni overview e-Farming, penyusunan Business Blueprint & Key User Training, End User Training, hingga penyesuaian aplikasi dengan level koroporasi Holding Perkebunan. Nantinya, akan ada 2.700 user di 7 PTPN Gula yang akan mengoperasikan e-Farming ini. Adanya implementasi e-Farming di seluruh PTPN gula akan dapat menunjang produktivitas di sisi on farm. Selain itu juga akan akan diperoleh kepastian luas lahan tanaman tebu dan jumlah Bahan Baku Tebu (BBT). “Tahun ini kita targetkan BBT sebanyak 4,1 juta ton,” pungkas Dwi. (pr)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading PTPN X Dorong Inovasi dan Digitalisasi. Please share...!

Back To Top