CIMB Niaga Raup Kenaikan Laba Bersih 12,4%

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan (tengah) berfoto bersama keluarga Gen Halilintar pada pembukaan CIMB Niaga XTRA XPO di ICE, BSD City, Tangerang, Sabtu (8/2/2020). Acara yang dikemas dalam konsep “Fun Family Weekend Gateway” ini menghadirkan beragam promosi spesial Xtra Crazy Deals berupa diskon dan cashback 65% untuk pembelian gadget, travel, fashion and Beauty, down payment (DP) mobil, dan DP rumah dengan menggunakan Poin Xtra


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) meraup laba bersih konsolidasi (diaudit) sebesar Rp 3,9 triliun untuk tahun 2019. Angka tersebut naik 12,4 persen year-on-year (YoY) dan menghasilkan earnings per share (EPS) Rp 146,2.

”Kami menutup tahun 2019 dengan peningkatan pada sebagian besar lini bisnis. Pendapatan operasional naik sebesar 6,3 persen Y-o-Y utamanya dikontribusikan oleh kenaikan pendapatan non-bunga atau Non Interest Income (NII) sebesar 11,6 persen YoY. Adapun pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) tumbuh 4,6 persen YoY dengan Net Interest Margin (NIM) meningkat 19 bps menjadi 5,31 persen pada FY2019, dibandingkan 5,12 persen pada periode yang sama tahun 2018. Cost to income ratio turun menjadi di bawah 50 persen. Dalam kondisi pasar yang masih menantang, biaya provisi naik sebesar 7,5 persen YoY, dengan rasio Loan Loss Coverage (LLC) meningkat menjadi 113,60 persen,” kata Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan, Rabu (19/2/2020).

Adapun Capital Adequacy Ratio (CAR) CIMB Niaga tercatat sebesar 21,47 persen per 31 Desember 2019, meningkat 181 bps dari tahun sebelumnya. Dengan total aset sebesar Rp274,5 triliun per 31 Desember 2019, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset. Di sisi kredit, jumlah kredit yang disalurkan tumbuh 3,1 persen YoY menjadi Rp194,2 triliun, terutama dikontribusikan oleh pertumbuhan pada kredit Konsumer. “Kami tetap menjaga konsistensi pertumbuhan pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang meningkat sebesar 12,5 persen YoY, dan Kartu Kredit yang tumbuh 12,8 persen YoY sebagai hasil dari pengembangan bisnis akuisisi merchant yang kami lakukan,” kata Tigor.

Total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp195,6 triliun dengan rasio CASA sebesar 55,35 persen. Adapun tabungan mengalami pertumbuhan sebesar 8,8 persen YoY, sejalan dengan komitmen bank untuk mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience. Di segmen perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan mencapai Rp33,1 triliun (+24,9 persen YoY) dan DPK sebesar Rp32,6 triliun (+37,5 persen YoY) per 31 Desember 2019. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading CIMB Niaga Raup Kenaikan Laba Bersih 12,4%. Please share...!

Back To Top