Digitalisasi Layanan Bantu RS Raih Akreditasi

SehatQ meluncurkan platform PatientQare sebagai solusi dan terhubung secara seamless untuk rumah sakit dan klinik di Jakarta, Senin (24/2/2020)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Pengelola Rumah sakit (RS) harus memenuhi sejumlah syarat untuk memperoleh akreditasi, tak terkecuali rumah sakit swasta.

Kepala Bidang Teknologi Informasi KARS, dr Djoni Darmadjaja, mengatakan, salah satu syarat rumah sakit memperoleh akreditasi adalah harus beroperasi penuh dengan menyediakan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat secara paripurna. "Adapun yang dimaksud paripurna adalah informasi dan pelayanan kesehatan non-stop, selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu," ujar dr Djoni Darmadjaja, di acara peluncuran aplikasi kesehatan PatientQare, di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Sekretaris Jendral (Sekjen) Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), drg Iing Ichsan Hanafi, menambahkan, asosiasinya mendorong rumah sakit swasta di Indonesia untuk meningkatkan layanan kesehatan secara optimal. "Salah satunya, melalui penggunaan aplikasi kesehatan sebagai bentuk digitalisasi layanan," jelasnya.

Ichsan mengatakan, melalui pemanfaatan teknologi, akan memangkas sejumlah tahapan yang selama ini diperlukan rumah sakit untuk beroperasi melayani masyarakat. Terutama, dalam mempertemukan pasien dan dokter yang sesuai dengan keluhan kesehatan pasien. Dengan beroperasi penuh secara paripurna, rumah sakit akan membutuhkan aplikasi kesehatan untuk menjamin setiap pasien mendapatkan layanan medis yang dibutuhkan. "Salah satunya adalah dengan memastikan pasien terdaftar untuk berkonsultasi dengan dokter yang dituju," tandas Ichsan.

Apabila ada ratusan bahkan ribuan pasien setiap hari, kata Ichsan, sistem administrasi secara manual, tentu menjadi tantangan besar bagi rumah sakit dalam memberikan layanan optimal bagi masyarakat. "Pada akhirnya, rumah sakit dituntut untuk mengadopsi teknologi melalui aplikasi kesehatan, untuk menghadirkan layanan paripurna serta meraih akreditasi," ujar Ichsan.

Direktur SehatQ, Dewi Bramono, menambahkan saat ini, semua orang sudah terbiasa melakukan booking online untuk hotel maupun perjalanan menggunakan pesawat dan kereta api. Hal ini bertolak belakang dari sistem pendaftaran pasien di rumah sakit maupun klinik, yang masih mengandalkan cara manual. "Oleh karena itu, platform PatientQare hadir sebagai solusi dan terhubung secara seamless untuk rumah sakit dan klinik. Platform ini memungkinkan rumah sakit dan klinik mengatur ketersediaan tenaga medis terutama dokter dengan lebih baik, sesuai kebutuhan masyarakat," jelas Dewi.

Dewi menambahkan selama ini sistem booking tradisional secara manual rawan mengalami gangguan akibat human error. Melalui aplikasi, pasien bisa mencari jadwal dokter dengan mudah dan melakukan online booking. "Dengan jadwal konsultasi yang lebih pasti, proses berobat menjadi mudah, lebih nyaman dan waktu tunggu pasien berkurang," pungkas Dewi. (ym)
Labels: Kesehatan

Thanks for reading Digitalisasi Layanan Bantu RS Raih Akreditasi. Please share...!

Back To Top