Garansi ROI 16%, Konsumen Indonesia Borong Properti di Dubai

CEO Propnex Indonesia, Luckyanto (tengah) saat acara Propnex Indonesia Annual Convention 2020 Di The Grand Ballroom Novotel Samator Surabaya, Selasa (25/2/2020)


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Perusahaan agen properti, Propnex Indonesia, tahun ini menargetkan penjualan produk properti sebanyak Rp 1,8 triliun atau naik 20 persen bila dibandingkan dengan pencapaian di tahun sebelumnya sebesar Rp 1,31 triliun. Kondisi pasar properti yang diyakini akan sedikit lebih bergairah dibandingkan dengan tahun lalu, menjadi salah satu pendorong peningkat target.

CEO Propnex Indonesia, Luckyanto mengatakan hal yang perlu digaris bawahi di pasar properti selama 2019 adalah pergeseran segmentasi properti. "Jika pada dua tahun lalu primary market mendominasi, namun tahun lalu primary market mengalami penurun dan giliran secondary market yang mendominasi pasar. Selain tak banyak proyek baru yang diluncurkan, selisih harga di secondary market dengan proyek baru di kisaran 5 persen hingga 10 persen. Kenaikan secondary market ini bisa 4 sampai 5 kali," jelas Luckyanto di Surabaya, Selasa (25/2/2020).

Lucky mengakui, kondisi pasar properti saat ini memang telah berubah. Dari total pencapaian omzet 2019 lalu, sebesar Rp 1,2 triliun diantaranya disumbang oleh secondary market dan sisanya Rp 248 miliar dari primary market. Sementara untuk penjualan di primary market, menurut Lucky, sepanjang tahun lalu banyak disumbang dari penjualan properti asing oleh pembeli di Tanah Air. Propnex sendiri tahun lalu memasarkan produk apartemen, rumah, hingga shophouse di Dubai, Perth, Jepang, dan Singapura. "Untuk apartemen di Dubai kebanyakan masyarakat kita untuk investasi, karena memang ada garansi return on investment (ROI) sebesar 16 persen dari pemerintah di sana. Apalagi harganya relatif sama dengan di Indonesia, yakni di kisaran Rp 1,8 miliar hingga Rp 5 miliar per unit. Sedangkan pembelian properti di Australia, Jepang, dan Singapura kebanyakan untuk dipakai sendiri," urai Lucky.

Lucky menambahkan untuk mencapai target tahun ini, selain menggaet investor asing masuk ke Indonesia, Propnex akan lebih mendorong perimbangan penjualan primary market dan secondary market. Jika tahun lalu, hampir 80 persen didominasi secondary market, maka tahun ini akan didorong 50 persen secondary market dan 50 persen primary market. Selain juga akan menggelar dua kali pameran properti, juga perluasan dan penambahan kantor dan agen properti. "Tahun ini kami akan memperluas jaringan di Makassar dan Batam. Saat ini kami sudah ada di Surabaya, Jakarta dan Malang dengan jumlah agen sebanyak 1.300 tenaga pemasar," tegasnya.

Menurut Lucky, dampak virus korona terhadap minat beli properti di luar negeri saat ini memang terjadi penurunan. "Namun, hal ini diperkirakan tidak akan berjalan lama. Sebab, diprediksi virus korona akan berakhir seiring datangnya musim panas," pungkas Lucky. (pr)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Garansi ROI 16%, Konsumen Indonesia Borong Properti di Dubai. Please share...!

Back To Top