Pelindo I Resmi Jadi Anggota Kadin

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) beserta anak perusahaannya resmi menjadi anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan seremoni penyerahan kartu tanda anggota (KTA) Kadin kepada Pelindo I di Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I (Persero) beserta anak perusahaannya resmi menjadi anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan seremoni penyerahan kartu tanda anggota (KTA) Kadin kepada Pelindo I di Jakarta, Selasa (18/2/2020). Seremoni tersebut dihadiri Direktur Utama Pelindo I Dian Rachmawan, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani, dan Ketua Umum Kadin Sumatera Utara Ivan Iskandar.

Rosan P Roeslani menjelaskan, resminya PT Pelindo I menjadi anggota Kadin merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Kementerian BUMN dan Kadin Indonesia. Nota kesepahaman ini ditandatangani pada kesempatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2019 dengan tujuan untuk memberdayakan usaha swasta, usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan koperasi, serta mewajibkan perusahaan BUMN menjadi anggota Kadin. "Ini tentu mempunyai arti strategis dalam kaitan keanggotaan Kadin, karena Undang-Undang (UU) No 1 Tahun 1987 tentang Kadin telah mengamanahkan di mana Kadin merupakan wadah organisasi bagi pengusaha Indonesia di bidang usaha negara, yang meliputi BUMN/BUMD, usaha koperasi, dan usaha swasta yang bergerak di bidang perekonomian,” ungkap Rosan P Roeslani di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Dia menjelaskan, baik UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN maupun UU No. 1 Tahun 1987 tentang Kadin, keduanya mengakui bahwa BUMN, usaha koperasi, dan usaha swasta merupakan tiga aktor utama penggerak perekonomian Indonesia. Karena itu, lanjut Rosan, ketiganya harus bergerak menuju satu tujuan yang sama, yaitu menyelenggarakan perekonomian nasional guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. "Karena BUMN, koperasi, dan swasta harus bersinergi dan saling mendukung agar mereka dapat menjalankan dan mengembangkan demokrasi ekonomi secara sinergis. BUMN terutama harus menjadi pelopor dalam sektor-sektor usaha yang belum diminati oleh usaha swasta dan membantu pengembangan UMKM dan koperasi,” ungkap Rosan.

Rosan menekankan, pihaknya sangat mengapresiasi Pelindo I dan anak perusahaannya yang telah mendaftarkan menjadi anggota Kadin. Adapun anak perusahaan Pelindo I itu, antara lain PT Prima Multi Terminal, PT Prima Terminal
Petikemas, PT Prima Indonesia Logistik, PT Prima Pengembangan Kawasan, serta PT Prima Husada Cipta Medan. "Kami harap langkah ini akan mendorong BUMN dan BUMD lain untuk mengikuti jejak Pelindo I sehingga tercipta Kadin yang kuat dan dapat memainkan perannya sebagai mitra pemerintah. Dengan demikian, amanah UU No. 1 Tahun 1987 terwujud secara nyata dan sekaligus akan memperkuat Kadin sebagai wadah terhimpunnya dunia usaha,” terang Rosan.

Seperti diketahui, keanggotaan Kadin disesuaikan dengan domisili perusahaan/asosiasi/gabungan/himpunan. Dengan demikian, keanggotaan Kadin PT Pelindo I tercatat di Kadin Sumatera Utara.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo I Dian Rachmawan menyatakan, Pelindo I sebagai BUMN mendaftar sebagai anggota Kadin sesuai dengan nota kesepahaman (MoU) yang sudah ditandatangani oleh Kementerian BUMN dan Kadin Indonesia tentang pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada November 2019. "Oleh karenanya, Pelindo I dan anak perusahaannya sudah resmi menjadi anggota Kadin yang nantinya bisa menjadi wadah kerja sama dan membangun sinergi bagi kami dan para pengusaha Indonesia maupun asing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” terang Dian Rachmawan.

Saat ini, lanjut dia, Pelindo I sedang melakukan pengembangan Belawan New Container Terminal serta Pelabuhan Hub Internasional dan Kawasan Industri Kuala Tanjung yang merupakan proyek strategis nasional (PSN).

Dian menjelaskan, Belawan New Container Terminal akan memiliki panjang dermaga 700 meter dengan kedalaman kolam -14 meter LWS (low water spring) yang mampu melayani kapal post panamax atau kapal dengan bobot 50.000 DWT. Selain itu, perusahaannya juga sedang melakukan pengembangan Pelabuhan Hub Internasional dan Kawasan Industri Kuala Tanjung. Pada November 2019, Pelindo I telah menandatangani head of agreement (HoA) dengan Port of Rotterdam Authority dan Zhejiang Seaport dengan pokok-pokok perjanjian di antaranya Pelindo I dan Zhejiang Seaport akan membuka rute call internasional dari Kuala Tanjung ke Ningbo dan sebaliknya.

Dengan pengembangan pelabuhan dan kawasan industri di Kuala Tanjung ini, ungkap Dian, diproyeksikan akan membuka 90.000 lapangan pekerjaan dan meningkatkan potensi ekonomi sebesar US$ 30 miliar. “Ke depannya, pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung yang terintegrasi dengan fasilitas penunjang pelabuhan berupa kawasan industri yang akan menarik investasi swasta dan asing, sehingga memberikan dampak bagi pertumbuhan sosial dan ekonomi nasional,” tutup Dian Rachmawan. (ym)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Pelindo I Resmi Jadi Anggota Kadin. Please share...!

Back To Top