Pratama Widya Incar Pendapatan Rp300 Miliar Tahun Ini

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi bersama jajaran direksi PT Pratama Widya melihat pergerakan saham PTPW pada perdagangan perdananya Jumat (7/2/2020)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Pratama Widya Tbk (PTPW) incar pendapatan Rp 300 miliar pada tahun 2020. Perseroan optimistis dapat melampaui target tersebut, karena sudah memperoleh beberapa proyek yang akan dikerjakan di awal tahun ini.

Direktur Utama Pratama Widya Andreas Widhatama mengungkapkan, hingga Februari 2020 telah membukukan kontrak proyek baru senilai Rp 90 miliar, yang didominasi proyek di bidang infrastruktur. “Baru jalan bulan kedua 2020, kita sudah mendapatkan 30 persen, kami cukup yakin ada beberapa proyek yang sudah kami incar dari akhir 2019, kami yakin Rp 300 miliar akan terlampaui,” katanya seusai pencatatan perdana (listing) saham PTPW di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/2/2020).

Andreas menambahkan, untuk perolehan laba diproyeksikan masih akan mengikuti historikal perseroan yang selama ini nilainya sebesar 20 persen dari pendapatan. Sedangkan, untuk perolehan pendapatan di tahun 2019, perseroan memperkirakan akan membukukan pendapatan sebesar Rp 200 miliar untuk periode Desember 2019. Pratama Widya telah mendapatkan salah satu proyek infrastruktur di Batam senilai Rp 100 miliar. Menurutnya, proyek di Batam ini akan menopang kinerja keuangan perseroan di tahun 2020. Dari Batam saja sudah Rp 100 miliar, Rp 200 miliar sisanya akan berasal dari proyek-proyek nasional lainnya. Untuk tahun 2020 perseroan menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure / capex) sebesar Rp 40 miliar. Capex tersebut rencananya akan dialokasikan untuk pembelian mesin operasional baru. "Peralatan kami harus senantiasa prima, jadi umur pakai kami batasi, jadi kami akan menjaga ritme itu, jadi peralatan yang lama akan dilepas," katanya.

Hingga Juli 2019, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 108,62 miliar naik 2,98 persen dibanding periode sama tahun 2018 sebesar Rp 105,47 miliar. Sedangkan laba periode tahun berjalan naik 19,17 persen menjadi Rp 21,57 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 21,57 miliar per Juli 2018. Pratama Widya berhasil menghimpun dana sebesar Rp 114,16 miliar dari penawaran umum perdana (Initial public offering / IPO) saham dengan melepas 175,63 juta lembar sahamnya ke publik. Saham PTPW ditawarkan dengan harga Rp 650 per unit saham pada masa penawaran umum. “Mengalami oversubscribe sekitar tiga kali pada waktu IPO,” jelas Andreas.

Sekretaris Perusahaan Pratama Widya Richad Antonio mengatakan, penggunaan dana hasil IPO, sebagian besar akan digunakan untuk pembelian alat–alat operasional baru. “Pembelian peralatan baru, tujuan utamanya untuk mendukung kegiatan operasional kami,” ujarnya.

Adapun secara rinci penggunaan dana hasil IPO yaitu, sekitar 47,15 persen akan digunakan untuk pembelian alat baru yang terdiri dari sembilan unit alat, empat unit crawler, dua unit drilling rig, dan satu unit Hydraulic Grab. Sebesar 27,66 persen akan digunakan untuk renovasi dan pembangunan kantor operasional perseroan dan workshop. Sedangkan, 17,77 persen akan digunakan untuk pembelian kantor dan tanah untuk menunjang kegiatan operasional, dan sisanya sebesar 5 persen akan digunakan untuk digunakan untuk pelunasan utang perseroan. Dalam perdagangan perdananya, saham PTPW naik 50 persen ke harga Rp 975 dari harga yang ditawarkan sebesar Rp 650. Saham PTPW diperdagangkan dengan frekuensi sebanyak enam kali, dalam jumlah volume sebanyak 1000 unit saham, dengan nilai Rp 97,5 miliar.

Pratama Widya menjadi perusahaan kesembilan yang mencatatkan sahamnya di BEI sepanjang tahun 2020. Dalam pelaksanaan IPO ini, perseroan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Perseroan memiliki kegiatan utama yaitu jasa pelaksanaan konstruksi spesialis yang berfokus pada pelayanan rekayasa perkuat fondasi dan tanah (foundation and ground improvement). Perseroan menjadikan Pulau Batam telah sebagai pusat kegiatan usaha perseroan.  (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Pratama Widya Incar Pendapatan Rp300 Miliar Tahun Ini. Please share...!

Back To Top