Promo Tak Lagi Jadi Pertimbangan Pengguna Milenial

(Ki-Ka) Managing Director Ipsos in Indonesia Soeprapto Tan, Managing Director GoPay Budi Gandasoebrata, Research Director Customer Experience Ipsos in Indonesia Olivia Samosir, dan Business Development Advisor Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero, usai acara diskusi "Evolusi Industri Dompet Digital: Strategi Menang Tanpa Bakar Uang" di Jakarta, Rabu (12/2/2020)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Pemanfaatan dompet digital telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari generasi milenial dan gen-Z. Sebanyak 68 persen dari generasi muda Indonesia menggunakan dompet digital minimal satu hingga dua kali dalam seminggu dengan rata-rata nilai top up sebesar Rp 140.663 setiap minggunya. Sebagian besar dari mereka menggunakan dompet digital pertama kali untuk pembayaran jasa transportasi online (40 persen) dan jasa pesan-antar makanan minuman (32 persen).

Research Director Customer Experience Ipsos Indonesia, Olivia Samosir, mengungkapkan sebanyak 71 persen dari generasi muda termotivasi untuk menggunakan dompet digital pertama kalinya kalinya karena adanya promo. Namun, seiring mereka terbiasa dengan kenyamanan yang ditawarkan dompet digital, loyalitas mereka tidak lagi ditentukan semata-mata oleh promo. "Adapun beberapa aspek yang diinginkan oleh konsumen dari dompet digital adalah kenyamanan (68 persen), promosi (23 persen), dan keamanan (9 persen)," jelas Olivia Samosir di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Menurut Olivia, penelitian yang dilakukan Ipsos juga menanyakan ke konsumen generasi muda tentang kesediaan mereka untuk tetap menggunakan dompet digital tanpa promo. Ternyata, sebagian besar (54 persen) konsumen mengatakan akan tetap menggunakan dompet digital meskipun tidak ada promo. "Kategori konsumen ini bisa disebut sebagai pengguna organik. Kami juga menemukan bahwa loyalitas konsumen untuk tetap menggunakan dompet digital tanpa promo tergantung pada kualitas layanan," tambah Olivia Samosir.

Olivia menambahkan, para pemain di industri harus proaktif dalam membentuk perilaku konsumen yang mengedepankan fungsi, inovasi, dan kualitas produk. "Hal ini penting untuk membangun loyalitas, sekaligus bisnis yang sehat dan berkesinambungan," tambahnya.

Sementara itu, Business Development Advisor Bursa Efek Indonesia (BEI), Poltak Hotradero, memaparkan, saat ini merupakan momentum bagi para penyelenggara dompet digital untuk beralih dari pola pikir grow at all cost ke pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan jika terus ingin hadir untuk melayani konsumen. "Praktek 'bakar uang' memakan biaya yang tinggi dan dapat menghasilkan distorsi atas gambaran konsumsi masyarakat yang sesungguhnya," papar Poltak.

Poltak menambahkan, merujuk pada potensi yang luas di transaksi mikro di sektor keuangan dan manfaat yang telah dirasakan oleh para pengguna saat ini, animo masyarakat untuk menggunakan dompet digital akan tetap tinggi walaupun para pemain sudah tidak lagi 'membakar uang'. "Adapun hal yang paling penting adalah, para pemain meningkatkan faktor keamanan dan kenyamanan layanannya bagi para pengguna," tegas Poltak. (ym)
Labels: IPTEK

Thanks for reading Promo Tak Lagi Jadi Pertimbangan Pengguna Milenial. Please share...!

Back To Top