Saudi Investasi Rp1,45 Triliun Bangun Infrastruktur Digital di Indonesia

Arab Saudi menginvestasikan Rp 1,45 triliun di Indonesia untuk membangun infrastruktur proyek digitalisasi rantai pasok pangan berbasis e-wallet syariah


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Arab Saudi menginvestasikan Rp 1,45 triliun di Indonesia untuk membangun infrastruktur proyek digitalisasi rantai pasok pangan berbasis e-wallet syariah. Proyek tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah memberikan penguatan jaminan usaha kepada 350 korporasi petani dan nelayan di dalam Proyek Prioritas Strategis (major project).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menjelaskan salah satu proyek strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bersama Arab Saudi untuk mendorong cara kerja petani dan nelayan dalam proses digitalisasi, sehingga mereka tidak tertinggal mulai dari proses on farm sampai out farm. Investasi tersebut bentuk dukungan pemerintah Saudi dalam hal sistem pembiayaan. "Hari ini kita akan saksikan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Indonesia Mecca Tower dan PT Bayarind Artha Internusa tentang pengembangan digitalisasi rantai pasok pangan untuk mendukung proyek strategis RPJMN 2020-2024," ucap Suharso Monoarfa di Kementerian Bappenas, Jakarta, Senin (10/2/2020).

Suharso mengaku, proyek kerja sama dengan Saudi yang sudah tercatat baru di sektor digitalisasi. Meski demikian, Indonesia terbuka kepada siapa pun yang ingin berpartisipasi dalam proses pembangunan di Indonesia. Bappenas menurutnya, selalu melihat setiap bantuan dan pinjaman dari luar negeri secara prudent. Apalagi dana investasi yang diarahkan untuk proyek digitalisasi ini dikelola swasta dan bukan pemerintah. Major project penguatan usaha ini diharapkan dapat menjawab berbagai masalah seperti pendapatan petani naik menjadi 5 persen per tahun, pendapatan rata-rata nelayan 10 persen per tahun dan produktivitas komoditas 5 persen per tahun.

Suharso berpendapat, akan ada pergeseran perilaku para petani. Pengolahan pertanian tidak akan lagi bergantung pada pemerintah sehingga beban APBN bisa dikurangi, termasuk subsidi. Tak hanya itu, masuknya investasi Saudi di sektor infrastruktur pembiayaan ini juga akan memudahkan petani dan nelayan membeli kebutuhan sehari-hari sekaligus keperluan produksi, tanpa harus menunggu pendapatan dari hasil panen dan tangkap. Sistem pembiayaan berbasis aplikasi ini menurutnya, tidak memungut biaya dan hanya mendapatkan imbalan dari metode bagi hasil berbasis syariah. Selain Saudi, banyak negara lain seperti Australia, Denmark, Jepang dan Tiongkok serta lembaga multilateral semacam World Bank yang sudah menginvestasikan dana mereka ke Indonesia.

Sementara itu, Komisaris PT Indonesian Mecca Tower Luwarso mengatakan pembangunan infrastruktur RPJMN akan dimulai Maret mendatang. Dia berharap sembilan bulan ke depan sudah bisa terimplementasi. "Cuma kan pembangunannya bertahap. Kalau nggak salah, 2020 ini akan ada lima kluster, lima korporasi petani dan nelayan yang di daerah. Tahapannya sampai 2024," ujar Luwarso. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Saudi Investasi Rp1,45 Triliun Bangun Infrastruktur Digital di Indonesia. Please share...!

Back To Top