Masyarakat Indonesia Tetap Optimistis dan Siap Membantu Saat Pandemi

(Foto: istimewa)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Konsultan brand Etnomark melakukan riset untuk mengenali gaya perilaku masyarakat Indonesia di masa pandemi Covid-19 ini. Sebanyak 70% responden survei tetap berperilaku sosialisme dan berorientasi pada sesama. Kecenderungan ini membuat mayoritas masyarakat Indonesia tetap bersikap optimis dan siap membantu di tengah pandemi (9/4/2020)

Survei dilakukan terhadap 609 responden dengan metode survei secara daring selama satu pekan pada awal April 2020. Responden merupakan online user yang aktif dari aplikasi WhatsApp. Ada delapan dimensi perilaku yang diteliti, yakni pengetahuan tentang Covid-19, work from home (WFH), donasi, berbagi pengetahuan, dampak bisnis/personal, berbelanja, karakter psikologis dan keseharian. Secara menyeluruh, survei ini mendapati bahwa 70% dari keseluruhan responden berperilaku sosialisme dan menerapkan sikap saling membantu. Sedangkan 27% responden juga berperilaku positif tetapi masih berorientasi pada diri sendiri. Sementara 3% responden cenderung egosentris.

“Sebanyak 70 persen dari 609 responden termasuk kategori orang dengan gaya perilaku sosialisme dan berorientasi pada sesama. Ini sejalan dengan kultur masyarakat Indonesia dan khususnya dalam masa sulit seperti ini, kepedulian dan saling tolong menolong itu penting,” jelas Amalia E. Maulana, Brand Consultant dan Ethnographer Director Etnmark Consulting.

Hal menarik yang ditemukan berkaitan dengan perilaku karakter psikologis. Sebanyak 64% responden menyatakan dirinya sebagai orang yang optimis di tengah kondisi pandemi Covid-19. Sementara pada perilaku keseharian, 40% responden mengatakan mempunyai energi lebih untuk mengerjakan hobi, ibadah, olahraga atau sekedar bermedia sosial.

Amalia menuturkan sebelum survei kuantitatif secara daring, mempunyai spesialisasi di bidang penelitian etnografi pemasaran. Terutama mengadakan penelusuran tentang tipe-tipe perilaku masyarakat ini. Penelitian tersebut dilakukan dengan metode kualitatif melalui etnografi online selama 3 minggu di bulan Maret 2020. Secara kualitatif, insight diperoleh dari hasil penelusuran ratusan posting di media sosial dan sumber media online. Berbagai cerita masyarakat sehari-hari ditangkap dari keyword hashtag yang digunakan dalam media sosial, seperti #DirumahAja, #JagaJarakDulu, dan lain sebagainya. Insight diperkaya lagi dengan ikut masuk, berbicara, mendengarkan dan ikut serta dalam diskusi pembahasan komunitas di 35 WhatsApp Group yang penduduknya saling aktif berinteraksi.

“Insights dari studi etnografi tersebut digunakan untuk mendesain studi lanjutan, yaitu melalui survei daring. Survei ini selain bertujuan untuk memetakan sejauh mana gaya perilaku masyarakat Indonesia di kota besar di masa pandemi Covid ini, juga membantu responden dalam mengukur gaya perilaku masing-masing,” kata Amalia. (sd)
Back To Top