Prudential Catat Premi Rp25 Triliun di 2019

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon (empat dari kiri), Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Darmawan (kanan), bersama peraih pemenang Unit Link Terbaik kategori Pendapatan Tetap (ki-ka): Direktur PT Equity Life Indonesia Irena Yoga, Direktur PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya Antonius Probosanjoyo, Head of Equity and Alternative Asset PT BNI Life Relix Arnold, Head of Investment Operation PT Prudential Life Assurance Ivan Landhy, VP PT Asuransi Jiwa Sequislife Felicia Gunawan dan CEO PT Eastspring Investments Indonesia Alan T Darmawan, Jakarta, Selasa (25/2/2020)



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia kembali menguasai pangsa pasar di industri asuransi jiwa Indonesia, tercermin dari total pendapatan premi sebesar Rp 25 triliun, didukung oleh pertumbuhan solid dari premi bisnis baru yang kuat sebesar 15% yang didorong oleh pertumbuhan dari saluran distribusi bisnis baru; agensi dan bancassurance. Perusahaan juga mencatatkan total dana kelolaan sebesar Rp. 74,5 triliun dan total aset sebesar Rp. 80,7 triliun di 2019.

"Total pendapatan premi, total dana kelolaan, dan total aset Prudential Indonesia adalah yang tertinggi di industri," kata Presiden Direktur PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) Jens Reisch, Selasa (14/4/2020).

Adapun pada periode tahun lalu pembayaran total klaim tercatat sebesar Rp. 15,6 triliun, tumbuh 27% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Selain itu, Prudential Indonesia juga mempertahankan tingkat solvabilitas (Risk Based Capital) perusahaan sebesar 678%, lebih dari lima kali persyaratan minimum wajib. Sementara, melalui Unit Usaha Syariah tercatat pendapatan kontribusi bruto sebesar Rp 3,7 triliun dan total aset Rp 9,1 triliun, dengan tingkat solvabilitas dari dana Tabarru Prudential Indonesia mencapai 2.581%, dan tingkat solvabilitas dari Dana Perusahaan sebesar 7.300%.

Terkait target bisnis di tahun ini, Jens mengaku, akan berat, apalagi pemasaran secara non tatap muka masih agak susah bagi masyarakat Indonesia. "Tahun ini tidak mudah untuk memprediksi. Tahun ini roller coaster. Memang ada satu rencana bisnis, tapi karena situasi ini maka kita buat produk yang terjangkau dan mudah diakses oleh agen dan nasabah. Pelayanan non face to face memang akan berdampak," jelasnya. Namun, ia meyakini pasar asuransi di Indonesia akan cepat pulih setelah pandemi Covid-19 berlalu.

"Akan berapa lama Covid-19, tidak tahu sampai kapan. Lihat sejarahnya kami yakin Indonesia memiliki prospek yang bagus," ujar ia seraya berpesan agar nasabah tetap berinvestasi agar polisnya tidak berhenti. Lebih lanjut, untuk memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan nasabah yang terus berkembang, Prudential Indonesia memperluas jaringan PRUMedical Network (PMN).

Hingga Maret 2020, PMN terhubung dengan 1.535 rumah sakit dan klinik - termasuk jaringan Preferred di 73 rumah sakit di 34 kota di Indonesia serta 4 rumah sakit di Singapura. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Prudential Catat Premi Rp25 Triliun di 2019. Please share...!

Back To Top