Tetap Beroperasi di Tengah Pandemi, Pertamina Lokomotif Perekonomian Nasional

Program Ramadan Cashback 30% dan pemberian takjil di SPBU Pertamina (Foto: Istimewa)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Langkah Pertamina untuk tetap menjaga operasional, baik di sektor hulu, kilang, dan juga hilir di tengah panemi Covid-19 mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan. Langkah seperti itu bisa menjaga pergerakan perekonomian nasional dan Pertamina menjadi lokomotif perekonomian nasional.

Anggota Komisi VII DPR, Ridwan Hisjam mengatakan, Pertamina sebagai BUMN tetap menjadi lokomotif perekonomian nasional. Saya apresiasi, karena mereka tetap melakukan kegiatan operasional, baik di hulu dan hilir, sesuai protokol Covid-19. Anjloknya harga minyak dunia sebenarnya sangat berdampak terhadap sektor hulu Pertamina, harga crude oil sangat jatuh, namun sumur-sumur produksi harus tetap dipertahankan. Dikatakan, meski sisi hulu dalam keadaan merugi dan sisi hilir permintaan merosot, tetapi Pertamina tetap berkomitmen menjalankan operasinya.

Distribusi dan penyediaan BBM dan LPG untuk masyarakat saat ini berjalan dengan baik. Operasional Pertamina tersebut, menurut dia, memiliki dampak besar terhadap perekonomian nasional, karena tetap membuat banyak pihak tetap berdiri, seperti para kontraktor KKKS dan pemangku kepentingan lain. "Dengan Pertamina masih beroperasi dari hulu sampai hilir, ekonomi Indonesia tetap berjalan dan tidak terlalu mudah jatuh. Di sini ada multiplier effect, termasuk kepada perusahaan rekanan yang berarti juga seluruh tenaga kerja di dalamnya," ujar Ridwan, Kamis (7/5/2020).

Menurut dia, masih beroperasinya sektor hulu Pertamina, kilang, dan hilir juga menahan terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja, yang tengah marak di tengah menurunnya aktivitas perekonomian. Berkurangnya risiko PHK, tambahnya, sangat membantu pemerintah dan juga perekonomian nasional, karena jika ada PHK besar-besaran, sangat berdampak kepada masyarakat dan stabilitas sosial politik. Sejumlah proyek strategis Pertamina juga masih tetap dijalankan dengan protokol Covid-19 dan ini sangat membantu pemerintah dalam hal meningkatkan jumlah serapan tenaga kerja. Menurut dia, hal itu tidak saja berpengaruh mengurangi tingkat pengangguran, tetapi sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat sebagai bagian dari faktor penting menggerakkan ekonomi nasional.

Pengamat ekonomi Universitas Batanghari, Jambi, Pantun Bukit mengatakan, langkah Pertamina untuk tetap beroperasi, khususnya di sektor hulu, memiliki peran sangat besar, meski harus menempuh risiko untuk merugi. Hal itu termasuk ketika Pertamina lebih memilih untuk membeli minyak dari KKKS dibandingkan impor seluruhnya. "Sebenarnya bisa saja Pertamina memilih opsi menutup hulu dan membeli saja semua minyak mentah dari luar negeri agar untung banyak. Tetapi , Pertamina tidak memilih opsi itu, sebab jika dilakukan, justru membuat banyak pekerja berbagai sektor ikut terdampak dan kehilangan pekerjaan," katanya.

Dampak lain adalah pertumbuhan ekonomi, menurut Pantun, ini terjadi karena investasi sektor migas sangat besar sehingga memberikan efek domino ke semua sektor. Dia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2019 tumbuh 2,49%, akhir 2019 naik menjadi 5,49%, dan kuartal pertama 2020 hanya 2,49% atau hampir separuhnya turun. "Ini dalam kondisi sektor migas masih berjalan. Jika migas tergerus, bisa negatif pertumbuhan ekonomi kita. Jika operasional Pertamina berhenti, pertumbuhan akan menurun tajam sampai 30%," katanya. (ym)
Labels: Migas

Thanks for reading Tetap Beroperasi di Tengah Pandemi, Pertamina Lokomotif Perekonomian Nasional. Please share...!

Back To Top