UOB Relaksasi Kredit Nasabah Terdampak Covid-19

Presiden Direktur UOB Indonesia, Kevin Lam saat acara peluncurkan produk asuransi dwiguna atau endowment, Usave PRUStar di Jakarta, Rabu (17/7/2019)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Bank UOB Indonesia ikut ambil bagian dalam program relaksasi kredit yang ditujukan untuk memberikan keringanan likuiditas dan membantu nasabah mengatasi kesulitan keuangan.

Presiden Direktur UOB Indonesia, Kevin Lam mengatakan, langkah-langkah itu merupakan bagian dari kampanye global UOB Group #UnitedForYou Relief Programme yang menyatukan kekuatan jaringan UOB untuk membantu meringankan beban keuangan atau kesulitan yang dihadapi masyarakat selama pandemi virus corona (Covid-19). "Pandemi ini, jelasnya telah menyebabkan penurunan pendapatan masyarakat maupun ekonomi global, termasuk rantai pasokan perdagangan dan bisnis, dan untuk itu perseroan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membantu nasabah individu dan nasabah bisnis yang terdampak. Di UOB Indonesia, kami pun berkomitmen mendukung nasabah kami menghadapi berbagai kondisi pasar," kata Kevin Lam, Selasa (26/5/2020).

Untuk membantu nasabah individu yang mengalami penurunan pendapatan terkait pandemi ini, UOB Indonesia membantu meringankan manajemen arus kas nasabah melalui sejumlah langkah. Langkah tersebut, di antaranya adalah penangguhan pokok pinjaman dan atau pembayaran bunga atas fasilitas produk kepemilikan rumah (KPR), menurunkan pembayaran minimum bulanan 5 persen dari 10 persen, mengurangi suku bunga bulanan sebesar 2 persen, serta biaya keterlambatan pembayaran 1 persen atau maksimum Rp 100.000 untuk tagihan kartu kredit.

Adapun langkah lainnya adalah penjadwalan ulang dan restrukturisasi pinjaman KPR dan pembayaran kartu kredit berdasarkan kondisi nasabah. Sedangkan khusus nasabah bisnis, termasuk perusahaan kecil dan menengah, yang menghadapi kesulitan seperti gangguan operasional bisnis, langkah-langkah bantuan kredit UOB Indonesia meliputi penangguhan pokok pinjaman dan atau pembayaran bunga dan perpanjangan jangka waktu pinjaman. Nasabah yang memenuhi syarat seperti memiliki catatan kredit dan pembayaran yang baik dapat mengajukan langkah-langkah keringanan kredit UOB Indonesia. "Fundamental makro ekonomi Indonesia tetap kuat dan program relaksasi kredit akan memungkinkan kami untuk membantu nasabah sehingga bersama kita dapat mengatasi tantangan ini," tandas Kevin Lam. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading UOB Relaksasi Kredit Nasabah Terdampak Covid-19. Please share...!

Back To Top