Rumah Sakit Pertamina Khusus Covid-19 Simprug Resmi Beroperasi

Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina (tengah) dan Fathema Djan Rachmat, Direktur Utama Pertamedika IHC (kiri)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina mengatakan, sekarang sulit jika ada Ibu hamil positif Covid-19 mau melahirkan. Tidak ada rumah sakit bersalin yang mau menerima. Setelah melahirkan pun, bayinya harus terpisah jauh dari Ibunya. Atau ada pasien gagal ginjal yang harus rutin cuci darah kena Covid-19. Mereka juga sulit mencari tempat untuk cuci darah. "Nah, di Rumah Sakit Simprug ini seluruh fasilitas pengobatan dan medical treatment utk pasien Covid-19 tersedia," ujarnya.

Pada hari Sabtu, 6 Juni 2020, Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Extension COVID-19 Pertamina Simprug resmi dibuka. Kelebihan rumah sakit ini: ada ruang bedah, ruang bersalin, fasilitas NICU (Neonatal Intensive Care Unit), dan cuci darah utk Pasien2 Covid-19.

Ditambahkan oleh Fajriyah Usman, Vice President Corporate Communication Pertamina, selain fasilitas di atas, "Fasilitas kesehatan yang tersedia di rumah sakit ini sama dengan yang tersedia di rumah sakit pada umumnya. Antara lain ruang dokter, ruang perawat, instalasi jenazah, instalasi sterilisasi, laboratorium (PCR, Hematologi dan AGD), instalasi farmasi, pusat gizi, ruang bersalin, instalasi screening, ruang radiologi, ruang operasi hingga ruang dekontaminasi," ujar Fajriyah.

Peresmian rumah sakit berkapasitas 300 tempat tidur ini melengkapi dua rumah sakit lain yang sudah dibangun Pertamina untuk pasien Covid-19: RS Pertamina Jaya (70 tempat tidur) dan RS Modular di halaman Hotel Patra Comfort, Jakarta (90 tempat tidur). Di luar itu, juga ada tujuh rumah sakit pertamina di berbagai kota yang menjadi rumah sakit rujukan Covid-19. Dari 300 tempat tidur yang tersedia, itu terdiri dari 240 tempat tidur non-ICU, 31 tempat tidur ICU, 19 tempat tidur HCU, dan 10 tempat tidur IGD. Dan yang perlu juga dicatat, “Seluruh ruangan di rumah sakit darurat Simprug ini dilengkapi negative pressure dan filter HEPA sehingga udara yang dilepaskan keluar rumah sakit tetap aman untuk lingkungan,” ujar Nicke.

Pembukaan rumah sakit yang dibangun selama sebulan ini dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Komisaris Pertamina Condro Kirono, serta disaksikan oleh Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat dan Direktur Utama Patrajasa Dani Adriananta. Turut hadir dalam peresmian tersebut Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang, Direktur Manajemen Aset Pertamina M. Haryo Yunianto, dan Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Koeshartanto.

Nicke bangga, rumah sakit modular ini dapat diselesaikan hanya dalam 30 hari. Ini sangat luar biasa. 30 hari bukanlah hal yang mudah, dengan sinergi kita pasti bisa. Keberhasilan pembangunan rumah sakit tidak terlepas dari semua pihak yang telah membantu. “Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan semua pihak. Kita tidak bisa sendirian, Kita membutuhkan kolaborasi dengan yang lainnya. Pembangunan RSPP Extension Covid-19 Pertamina Simprug merupakan sinergi antara Pertamina, Pertamedika IHC, Patrajasa, WIKA Gedung dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Luar biasa teman-teman ini, dalam keadaan PSBB dan Ramadhan, pembangunan rumah sakit khusus Covid-19 terbesar dan canggih yang melibatkan 800 pekerja ini dapat diselesaikan dengan baik.

Fathema menambahkan, dengan telah diresmikannya rumah sakit ini, maka mereka sudah siap menerima pasien Covid-19. “Pembangunan ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pada saat berlakunya penerapan new normal. Sebanyak 300 tempat tidur sudah siap digunakan,” jelas Fathema. (sd)
Labels: Kesehatan

Thanks for reading Rumah Sakit Pertamina Khusus Covid-19 Simprug Resmi Beroperasi. Please share...!

Back To Top