Uji Klinis CoronaVac Disetujui Tiongkok, Saham BUMN Farmasi Melesat

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, bersama Menteri BUMN, Erick Thohir, menghadari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Sinovac dan perusahaan farmasi Indonesia PT Bio Farma (Persero), di Kota Sanya, Hainan, Tiongkok, Kamis (20/8/2020)

BEIJING (IndonesiaTerkini.com)- Perusahaan farmasi Tiongkok Sinovac Biotech Ltd pada hari Rabu 23 September mengumumkan vaksin buatannya "CoronaVac", telah mendapatkan persetujuan uji klinis tahap III dari National Medical Products Administration (NMPA) Tiongkok pada 10 Agustus lalu.

Indonesia melalui Bio Farma, sebagai holding BUMN farmasi yang membawahi PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF), siap memproduksi vaksin CoronaVac. Di tahap pertama, BioFarma akan memproduksi 100 juta vaksin, tetapi perusahaan memiliki kapasitas hingga 250 juta vaksin per tahun. Saat ini, vaksin tersebut masih dalam tahap uji klinis di Indonesia. Saham INAF hari ini naik 24,9 persen ke Rp 2.910, sementara KAEF naik 24,7 persen ke Rp 2.880.

Di  Tiongkok, uji klinis untuk orang dewasa dan anak-anak akan segera dilakukan dan distribusi segera menyusul. CEO Sinovac Yin Weidong mengatakan kepada kantor berita Associated Pressbahwa dirinya telah diberikan vaksin eksperimental tersebut dan diharapkan vaksin ini akan tersedia di seluruh dunia awal tahun depan. "Tujuan kami adalah memproduksi vaksin untuk dunia, termasuk AS, Eropa, dan lainnya," kata Yin, Jumat (25/9/2020).

Lebih dari 24.000 orang berpartisipasi dalam uji klinis CoronaVac di Brasil, Turki, dan Indonesia, dan menyusul di Bangladesh, dan Cile. (pr)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Uji Klinis CoronaVac Disetujui Tiongkok, Saham BUMN Farmasi Melesat. Please share...!

Back To Top