Es Krim Aice Kampanye Masker Medis dan Imunitas di 20 Kota dan Kabupaten

Sejak awal pandemi Covid-19 pada April 2020, Pabrikan es krim dan GP Ansor mengadakan kampanye penguatan keselamatan tenaga kesehatan (nakes) lewat distribusi Alat Pelindung Diri (APD) dan 1 juta es krim untuk membangun kondisi kerja yang kondusif dan ceria bagi nakes di belasan rumah sakit Covid-19 di Jabodetabek dan Rembang, Jawa Tengah. Kini, pada Oktober , Aice melanjutkan misi kemanusiaannya



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Juru bicara Grup Aice, Sylvana menjelaskan, sejak awal pandemi Covid-19 pada April 2020, pabrikan es krim itu dan GP Ansor mengadakan kampanye penguatan keselamatan tenaga kesehatan (nakes) lewat distribusi Alat Pelindung Diri (APD) dan 1 juta es krim untuk membangun kondisi kerja yang kondusif dan ceria bagi nakes di belasan rumah sakit Covid-19 di Jabodetabek dan Rembang, Jawa Tengah. Kini, pada Oktober , Aice melanjutkan misi kemanusiaannya.

Masker Shield yang diproduksi sendiri oleh pabrik Aice d Mojokero, Jawa Timur akan dibagikan memiliki spesifikasi 3-ply dan telah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Kesehatan. Masker dengan spesifikasi standar medis ini dimaksudkan untuk efektif menghindari droplet dalam berbagai aktivitas masyarakat. Masker tersebut akan didistribusikan bersamaan dengan paket Vitamin C dan suplemen pendukung lain untuk meningkatkan imunitas masyarakat yang disasar.

“Kampanye 5 juta masker medis yang kami jalankan bersama berbagai elemen dari pentahelix ini menjadi lanjutan dedikasi kami melawan pandemi. Ada sekitar 15 juta masker lain yang kami distribusikan juga bersama 200 ribu UMKM kami melalui edukasi pencegahan Covid 19 dan promosi. Dan, masker medis ini merupakan masker yang tidak diperjualbelikan, kami produksi khusus untuk program CSR,” jelas Sylvana yang menjabat Brand Manager Grup Aice, itu.

Kolaborasi di berbagai kegiatan distribusi, edukasi dan komunikasi publik yang dijalankan GP Ansor dan Aice akan menjangkau berbagai elemen masyarakat dari berbagai umur dan kelompok masyarakat. Sebanyak 20 kabupaten dan kota yang akan disasar tersebut terletak dari bagian barat hingga timur Indonesia. Tercatat, wilayah sasaran tersebut adalah Jakarta, Bogor, Cirebon, Bandung, Rembang, Semarang, Pekalongan, Surabaya, dan Ambon yang masuk dalam aktivitas kampanye dilanjutkan dengan Palembang, Medan, Batam, Yogyakarta, Malang, Kudus, Denpasar, Manado, Banjarmasin, Madiun dan Makassar. Ada kemungkinan kampanye juga akan dilebarkan ke wilayah lain yang memiliki gerakan pentahelix baik dan memberikan respon terbuka untuk kerja bersama dalam gerakan ini.

GP Ansor sendiri mengapresiasi persistensi gerakan yang dimiliki oleh Aice dalam menangani pandemi ini. Gus Yaqut menilai pandemi ini bukan hanya membutuhkan aspek kurasi yang baik, namun juga sisi pencegahannya. Menurutnya, pandemi ini tidak hanya bercorak medis dalam pandeminya. Berbagai soal psikologis dan ekonomi masyarakat juga memengaruhi keberhasilan penanganan pandemi.

“Kami akan berfokus untuk menjangkau masyarakat bawah yang ada di berbagai kota. Berbagai pekerjaan yang berisiko seperti petugas penanganan sampah, petugas pemakaman dan petugas kebersihan di kantor-kantor akan kami jadikan salah satu target utama. Namun yang terpenting, kampanye ini berusaha untuk berbicara dengan intens ke masyarakat lewat aksi nyata. Bahwa dengan bersama-sama, kita mampu mencegah luasnya dampak buruk pandemi Covid-19,” ungkap dia.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko membuka serial kampanye gerakan distribusi dan edukasi penggunaan 5 juta masker medis yang diinisiasi oleh Aice dan GP Ansor di Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, Jakarta dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2020).

Kolaborasi pentahelix dari Pemerintah Pusat dan Daerah yang berbasis komunitas dengan menitikberatkan kepada peran dari tokoh di masyarakat, akademisi, dan dukungan swasta yang dikombinasikan dengan komunikasi publik lewat media massa akan mengefektifkan penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Pemerintah meyakini pendekatan Pentahelix yang melibatkan pemangku kepentingan dari lima pilar akan memunculkan gerakan yang alami dan efektif dalam mencegah penularan Covid-19 di Indonesia. Kombinasi peran swasta yang dibarengi kearifan lokal dari komunitas dan sinergi dengan GP Ansor ini akan menjadi dorongan perbaikan pengelolaan pandemi ini,” paparnya. Pihaknya akan selalu memantau bagaimana perkembangan positif dari kampanye yang dilakukan tersebut. Gerakan 3-M, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak, akan terus digalakkan di tengah masyarakat agar mampu menekan laju penularan virus Covid-19. (pr)

Labels: CSR

Thanks for reading Es Krim Aice Kampanye Masker Medis dan Imunitas di 20 Kota dan Kabupaten. Please share...!

Back To Top