Gabungkan Budaya Kerja Startup dan Perusahaan Besar untuk Hadapi Pandemi

(Foto: istimewa)



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Amar Bank mengembangkan SDM untuk meningkatkan produktivitas karyawan terutama di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar akibat pandemi Covid-19. Bank yang mengadopsi budaya kerja layaknya startup ini memiliki karakteristik yang berdaya tahan menghadapi pandemi.

Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian mengatakan, budaya kerja di perusahaan gabungan dari budaya kerja perusahaan rintisan (startup) dan budaya kerja perusahaan atau organisasi besar. "Yang menjadi fokus kami adalah kesenjangan (gap) peluang. Sederhananya, startup bukan hanya sekedar menjadi ‘tampilan’ atau ‘julukan’ saja, melainkan menjadi sebuah mindset atau pola pikir,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Di masa pandemi, ada beberapa karakteristik yang dapat diunggulkan dari pola pikir startup, dua diantaranya adalah kemampuan untuk melakukan eksperimen dan berani mengambil resiko. "Untuk mewujudkan pola pikir tersebut, Amar Bank memulai dengan membangun budaya perusahaan yang menyerupai startup. Selain mempekerjakan karyawan berusia 25-35 tahun dan menerapkan kantor terbuka (open office), kami juga mendorong karyawan untuk menghadapi tantangan dan mengambil risiko sebagai cara untuk berkembang,” jelas Vishal.

Salah seorang karyawan, Senior Product Manager Amar Bank, Yoel Frans Alfredo mengatakan, dengan perubahaan cara kerja menjadi WFH di masa pandemi, pekerjaan tetap dapat berjalan dengan lancar, karena perusahaan telah terbiasa melakukan semua pekerjaan secara remote working atau bekerja jarak jauh dengan cloud-based platform.

Front-end Engineer Amar Bank, Danan Joyo menambahkan, dengan lingkungan kerja yang mayoritas generasi muda, proses kerjasama tim dan diskusi bisa dilakukan dengan minim hambatan. Pada bulan Oktober ini, Amar Bank juga menjalankan kampanye Internal yang bernama “That Means a Lot”, dengan tujuan untuk memberikan apresiasi antar rekan kerja dan memotivasi satu sama lain untuk selalu bersemangat dalam bekerja, dan meningkatkan rasa bangga setiap karyawan.

Vishal mengatakan, dalam kondisi pandemi Covid-19, tantangan untuk bisa mempertahankan kualitas SDM terbaik sangat besar, terutama dari aspek semangat, motivasi, serta faktor kesehatan karyawan. Oleh karena itu, pihaknya mengadakan berbagai inisiatif dan kegiatan untuk terus meningkatkan employee engagement serta memberikan motivasi kepada para karyawan selama WFH. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Gabungkan Budaya Kerja Startup dan Perusahaan Besar untuk Hadapi Pandemi. Please share...!

Back To Top