Program Pelatihan UMKM Digital Sasar Wilayah 3T

Direktur Utama BAKTI, Anang Latif (kiri, depan), Menkominfo Johnny G. Plate (tengah), dan Ketua Umum idEA, Bima Laga, berfoto bersama dalam Peluncuran Pelatihan Digital UMKM Indonesia yang disiarkan secara daring, Senin (5/10/2020)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Untuk memperkuat dan memberdayakan pelaku UMKM di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) meluncurkan Program Pelatihan UMKM Digital yang diutamakan untuk wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) dan Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Pelatihan ini diinisiasi BLU Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemkominfo bersama Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA).

Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Johnny G Plate, menyampaikan program Pelatihan Digital UMKM BAKTI Kominfo dan idEA ini memiliki peran untuk memberdayakan dan meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya pelaku UMKM/UMi, untuk dapat memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi yang ada secara optimal. “Perlu kita perhatikan bersama bahwa UMKM/UMi memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian Indonesia. Dengan adanya pandemi Covid-19, tidak sedikit pegiat usaha terdampak oleh pembatasan fisik dan sosial karena masih berbasis pada usaha konvensional atau offline,” kata Johnny G Plate dalam Peluncuran Pelatihan Digital UMKM Indonesia yang disiarkan secara daring, Senin (5/10/2020).

Pelatihan UMKM Digital Kelas BAKTI merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Dengan durasi program sepanjang 2,5 bulan, didukung oleh kurikulum dengan 60 modul pilihan, program ini adalah bentuk intensifikasi kegiatan pendampingan yang umumnya hanya dilakukan dalam 3 s.d. 7 hari pelatihan. “Program ini akan diikuti oleh 2.000 UMKM/UMi, baik di level on-boarding (masuk ke bisnis digital) maupun upscaling (pengembangan bisnis di ruang digital,” ujar Menkominfo.

Direktur Utama BAKTI, Anang Latif, menegaskan komitmennya dalam mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital. “Kami melihat pentingnya UMKM memahami cara memaksimalkan teknologi digital untuk bisa bertahan. Dengan menguasai teknologi digital mereka bisa bangkit dari ekonomi yang terdampak pandemi seperti saat ini,” kata Anang Latif.

Sedangkan Ketua Umum idEA, Bima Laga, mengatakan pelatihan yang akan berlangsung hingga Desember 2020 itu ditaretkan akan menjangkau lebih dari 6 ribu pelaku UMKM agar bisa mengembangkan usaha menggunakan teknologi digital. “Program Pelatihan UMKM Digital yang dikemas komprehensif dengan fokus pada pelaku UMKM yang menjual produknya secara online ke pasar lokal,” ujar Bima Laga.

Dia menjelaskan, konsep pelatihan ini disusun secara komprehensif mengakomodasi kebutuhan UMKM dalam bertransformasi digital. Mulai edukasi pengembangan bisnis dan keahlihan digital, edukasi tentang pentingnya kehadiran merek secara digital, edukasi dan fasilitasi UMKM untuk mengenal dan memanfaatkan e-commerce, baik e-commerce lokal maupun e-commerce nasional. “Ada edukasi dan fasilitasi UMKM untuk memahami dan memanfaatkan pemasaran digital (digital marketing), serta pengoperasian digital, melalui penggunaan berbagai aplikasi yang dapat meningkatkan produktivitas usaha agar usahanya dapat tumbuh lebih cepat dan makin efisien,” tutur Bima Laga.

Pelatihan Digital UMKM Indonesia akan dimulai pada 5 Oktober hingga 12 Desember 2020 dan digelar secara daring. Mempertimbangkan kondisi ekonomi setiap peserta UMKM, idEA dan BAKTI Kominfo menyediakan subsidi kuota internet berbentuk pulsa untuk mengikuti rangkaian webinar ini. (ym)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Program Pelatihan UMKM Digital Sasar Wilayah 3T. Please share...!

Back To Top