Asupan Gizi Seimbang Tingkatkan Imunitas Keluarga di Masa AKB

Webinar Indonesia Siap, Rabu (18/11/2020)



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Pemenuhan gizi seimbang di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) menjadi sangat penting dilakukan. Sebab, bukan hanya dilakukan untuk menjaga kesehatan saja tapi juga meningkatkan imunitas keluarga di tengah ancaman pandemi Covid-19.

"Di tengah isu pandemi yang masih mengancam, pemenuhan gizi seimbang termasuk asupan pangan protein hewani menjadi kunci untuk menjaga kesehatan keluarga," kata Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Indonesia, Prof Hardinsyah MS, di sela webinar Indonesia Siap, Rabu (18/11/2020).

Prof Hardinsyah mengatakan, pangan protein hewani yang berkualitas salah satunya susu, memiliki asam amino yang lengkap dan berperan penting pada masa kehamilan dan pertumbuhan anak setelah masa ASI eksklusif, serta meningkatkan sistem imunitas. Asam amino lengkap disertai asam lemak dan penambahan asam folat, vitami A, vitamin D, zink, zat besi, B kompleks pada susu akan memiliki manfaat penting bagi ibu dan bagi pertumbuhan perkembangan janin dan mendukung proses metabolisme tubuh. "Tak kalah penting, asam folat yang terkandung berfungsi membentuk sel darah merah, serta membangun sel-sel dalam tubuh, sehingga bermanfaat dalam mencegah permasalahan anemia yang kerap muncul pada ibu hamil dan anak,” tandasnya.

Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F Saputro mengatakan, peringatan Hari Kesehatan Nasional menjadi momentum yang tepat bersama untuk meningkatkan kesadaran dan merevolusi gaya hidup untuk menjadi lebih sehat, dengan memperhatikan asupan gizi seimbang dan aktif bergerak. Untuk itu, pihaknya pun menginisiasi kegiatan edukasi #IndonesiaSIAP yang kali ini FFI dan Pergizi Pangan Indonesia bermitra dengan Tim Penggerak PKK Jawa Barat. Kemudian, akan diperkuat dan disebarluaskan melalui aktivitas pelatihan (training for trainers) secara daring. "Selain itu, intervensi berupa pemberian produk bergizi berkualitas juga akan dilakukan dengan menjangkau 10.000 keluarga di 27 area di Jawa Barat, guna mendukung pemenuhan gizi seimbang dan peningkatan konsumsi protein hewani," kata Andrew.

Ketua Umum Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya mengatakan, permasalahan gizi dan tingginya angka stunting masih menjadi tantangan kesehatan yang juga dihadapi masyarakat di Jawa Barat. "Kegiatan edukasi dan intervensi ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat dan pemenuhan gizi seimbang guna mengatasi permasalahan stunting, sekaligus membantu menjaga imunitas keluarga di tengah ancaman pandemi,” kata Atalia. (ym)

Back To Top