BTN Siap Salurkan Tambahan Kuota FLPP

Direktur Finance, Planning, and Treasury PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon L. P. Napitupulu bersama Corporate Secretary Bank BTN Ari Kurniaman, Rabu (18/11/2020)



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan kesiapannya dalam menyerap tambahan kuota kredit pemilikan rumah (KPR) melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Direktur BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan, jika perseroan sangat mengharapkan adanya tambahan kuota kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi baik melalui skema FLPP, subsidi selisih bunga (SSB) maupun skema KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). "Karena kita sangat meyakini permintaan KPR subsidi tahun 2021 akan lebih tinggi dari 2020,” jelas Nixon, Rabu (18/11/2020).

Nixon mengatakan, adanya tambahan kuota FLPP karena pertumbuhan di sektor perumahan akan mendorong naiknya pertumbuhan 172 industri pendukung dan penyerapan tenaga kerja kembali. Tentu BTN siap menyerap tambahan kuota FLPP yang diberikan pemerintah. Seperti diketahui, tingginya minat masyarakat untuk memiliki rumah FLPP Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) berencana menambah kuota penyaluran dana FLPP.

Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin mengatakan sebelumnya pemerintah menargetkan kuota penyaluran dana FLPP sepanjang tahun ini sebesar 102.500 unit hunian. Tercatat hingga Rabu (18/11/2020) dana FLPP telah disalurkan sebanyak 102.665 unit senilai Rp10,52 triliun atau sebanyak 100,16 persen dari target yang ditetapkan pemerintah. Sedangkan jika dilihat dari nilai rupiah yang ditugaskan kepada PPDPP untuk menyalurkannya, maka masih terserap sebesar 95,66 persen. "Masih ada dana FLPP sebesar 4,34 persen dari Rp 11 triliun yang diamanatkan pemerintah kepada PPDPP. Sehingga kami optimistis di sisa tahun anggaran 2020 ini akan menyalurkan hingga 110.000-an unit atau secara tepatnya menurut perhitungan mencapai 107.600 unit rumah,” kata Arief.

Berdasarkan perjanjian kerja sama antara PPDPP dengan 42 bank pelaksana, setiap bank memiliki kuota dan total unit yang harus direalisasikan dalam tahun perjanjian. Dari kuota yang ditetapkan semua bank pelaksana sudah memenuhi kewajibannya. "Kami memberikan apresiasi kepada bank pelaksana yang sudah bekerja optimal dalam menyalurkan dana FLPP. Sisa anggaran yang masih ada akan segera direalisasikan lagi sehingga penyaluran tahun 2020, berada di atas target yang ditetapkan. Kami akan mendistribusikan kepada 11 bank pelaksana," jelasnya. (sd)

Back To Top