Penjualan Semen Indocement Masih Dominan di Pulau Jawa

Direksi Indocement pada Paparan Publik virtual di Jakarta, Selasa, 10 November 2020



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) membukukan volume penjualan domestik (semen dan klinker) sebanyak 12,1 juta ton pada kuartal III/2020 atau turun sebesar 9,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Volume semen domestik tercatat 11.627 ribu ton, lebih rendah sebesar 7,7%. Sedangkan permintaan semen domestik nasional turun sebesar 9,0% sehingga pangsa pasar Indocement meningkat dari 25,7% pada kuartal III/2019 menjadi 260% Januari-September 2020. Pangsa pasar perseroan di Jawa naik menjadi 34,8% dari dari 34,2%. Pangsa pasar di luar Jawa menjadi 15,4% dari 14,6%. Peningkatan di Jawa didorong oleh pangsa pasar dari keseluruhan Jawa Barat (dari 45,7% menjadi 46,5%) dan pangsa pasar Jawa Tengah (dari 33,2% menjadi 35,2%). Sementara pertumbuhan di luar Jawa didorong dari pulau-pulau utama disebabkan oleh pengoperasian penuh Kompleks Pabrik Tarjun setelah musim liburan pertengahan tahun ini.

Pendapatan bersih Indocement pada Januari-September tahun ini turun sebesar 10,6%, menjadi Rp 10,14 triliun dari Rp 11,34 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh kombinasi volume penjualan dan harga jual rata-rata yang lebih rendah. Pada periode itu, laba bersih Indocement turun 5,0% menjadi Rp 1,11 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,17 triliun. Persentase penurunan ini lebih rendah dari penurunan total pendapatan karena penghematan biaya dan upaya efisiensi. Beban pokok pendapatan turun 12,5% dari Rp 7,67 triliun menjadi Rp 6,71 triliun miliar sebagai dampak dari penurunan volume penjualan dan penurunan harga batu bara, termasuk upaya penghematan yang berkelanjutan pada biaya produksi seperti peningkatan penggunaan batu bara bernilai kalori rendah dan bahan bakar alternatif.

Mimi Halimin, analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, memproyeksikan pendapatan Indocement di 2020 senilai Rp 14,3 triliun, atau berpotensi turun 10,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Laba bersih Indocement di tahun ini ditargetkan mencapai Rp 1,6 triliun, turun 13,4% dibandingkan tahun 2019,” ujar Mimi, Selasa (10/11/2020).

Mimi menyebutkan kinerja keuangan Indocement di 2021 bakal pulih seiring pulihnya perekonomian dan pembangunan infrastruktur pada tahun depan. Pendapatan Indocement pada 2021 diestimasikan meningkat menjadi Rp 15,3 triliun dan laba bersih Rp 1,9 triliun. “Kami mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga tertinggi di Rp14.600 dari sebelumnya Rp 13.600,” sebut Mimi. Potensi upside saham INTP diperkirakan naik hingga 10,8%. Harga saham INTP pada perdagangan Selasa ini naik 7,02%, menjadi Rp 14.100 dari Rp 13.175 di perdagangan sebelumnya. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Penjualan Semen Indocement Masih Dominan di Pulau Jawa. Please share...!

Back To Top