PPI Terus Lakukan Inovasi Model Bisnis di Tengah Pandemi

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) mengekspor coconut charcoal atau arang batok kelapa ke Sri Lanka



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) terus berupaya melakukan inovasi model bisnis meski di tengah pandemi Covid-19. Transformasi Ekonomi sebagai bagian dari lima Prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RJPM) Presiden RI, dan diinternalisasikan menjadi Inovasi Model Bisnis yang merupakan salah satu Prioritas Kementerian BUMN. Inovasi dewasa ini semakin dekat serta akrab dengan kehidupan masyarakat modern.

Hampir semua sektor kehidupan saat ini sedang mengalami perubahan. Para ahli sudah tidak lagi bicara globalisasi, namun sudah lebih dari itu melihat adanya integrasi yang terjadi antara produk dan teknologi. Pertumbuhan ekonomi saat ini sedang mengalami anomali, karena banyak industri sedang mengalami kesulitan akibat dampak krisis pandemi Covid-19 di seluruh negeri.

PPI dalam kurun waktu setahun ini, di mana tiga per empat waktunya masuk dalam masa pandemi Covid-19, terus berinovasi dalam melakukan bisnis perusahaan, sebagai obat generik yang diharapkan mampu bertahan dan meningkatkan kinerjanya untuk terus keluar dari krisis. Sosialisasi dan pengembangan produk farmasi dan alat kesehatan kepada seluruh Dokkes Polri dilakukan PPI mulai awal tahun ini, kegiatan sosialisasi ini secara spesifik membuat para Kepala Rumah Sakit (Karumkit) dapat mengenal dan memahami berbagai produk farmasi dan alat kesehatan didistribusikan PPI sehingga dapat menunjang kegiatan di Rumah Sakit Bhayangkara seluruh nusantara.

PPI juga terus berupaya meningkatkan sinerginya dengan Biofarma dalam pendistribusian vaksin yang sudah berlangsung sejak lama. PPI sebagai Pedagang Besar Farmasi (PBF) terus mendistribusikan vaksin BioFarma ke seluruh cabang di Indonesia. PPI memenuhi aspek administrasi, teknis cara distribusi yang baik, dan memahami sistem penyimpanan vaksin yang baik.

Upaya lain yang sangat komprehensif adalah dengan inovasi generik terhadap pola mitra dengan UMKM, petani, nelayan, dan peternak sebagai mitra percepatan ekspor. Dalam rangka mengejar target ekspor nasional, secara agresif PPI melakukan upaya pembukaan pasar di luar negeri, dengan fokus pada kegiatan ekspor dan perdagangan antarnegara. Selain itu juga melaksanakan pameran-pameran dagang skala internasional, membentuk kantor perwakilan atau representative office di beberapa negara. PPI juga bekerja sama secara aktif dengan perwakilan Indonesia di luar negeri melalui Indonesia Trade Promotion Center dan atau para diaspora. PPI juga mendirikan Graha Ekspor di Jakarta, yang difungsikan sebagai showroom produk milik sendiri, juga produk-produk UMKM, petani, nelayan, dan peternak untuk hasil produk dan komoditi Indonesia yang sudah siap menembus pasar dunia.

Di tengah pandemi ini, PPI kembali berhasil ekspor produk ikan laut ke Taiwan, kemudian ekspor arang batok kelapa (coconut charcoal) ke Srilanka. Melalui ekspor ini, PPI turut berperan aktif membantu para pengrajin/petani arang sebagi penyedia bahan baku untuk mendapatkan penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan, khususnya UMKM.

Sebanyak 100 ton dari total 1.000 ton coconut charcoal diekspor oleh PPI ke Kolombo, Sri Lanka, pada 3 September 2020. Inovasi terus dilakukan dengan kerja sama antara PPI dan pengusaha kopi kawakan Prancis sekaligus Q grader kawakan guru revolusi kopi, Antoine Nétien. PPI dan perusahaan milik Antoine tersebut berupaya untuk menciptakan sinergi sesuai kompetensi masing-masing dalam memanfaatkan potensi yang dimiliki. PPI dalam persiapan untuk memenuhi kebutuhan komoditi kopi arabika di Prancis.

Berbicara bisnis regular, upaya PPI dalam strategi baru untuk menggenjot penjualan di tahun 2020 ini lewat peluncuran produk – produk terbaru, di antaranya peluncuran produk herbisida baru Dharmara 480 SL dan Dharmapara 276 SL. Herbisida merupakan senyawa yang digunakan untuk mengendalikan dan menghambat pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma ) guna meningkatkan hasil panen. Dharmara telah teruji secara efektif dalam membunuh gulma sampai ke akar-akarnya, gulma berdaun lebar dan golongan rumput pada perkebunan kelapa sawit.

Demi mendongkrak penjualan pestisida tersebut, dilakukan Program Panen Rejeki ini dirancang dengan metode bagi-bagi hadiah melalui undian untuk menarik petani dan masyarakat dalam meningkatlan transaksi mereka, selain karena produk Dharmabrand sudah banyak digunakan oleh mereka, dengan adanya program ini mereka semakin antusias dalam membeli produk Dharmabrand sendiri. Program tersebut digelar di banyak kota di Indonesia, yakni Jakarta, Medan, Palembang, Jambi, Lampung, Makassar, Yogyakarta, Surakarta, Purwokerto, Cirebon, Gorontalo, Madiun, dan Pare-Pare yang akan diundi pada akhir periode Panen Rejeki, Desember 2020.

Dalam bisnis farmasi, refresh produk unggulan Transamin (Tranxenamic Acid) juga dilakukan, dengan pemerian webinar product knowledge kepada apoteker-apoteker di seluruh Indonesia. PPI dalam ini bertindak sebagai distributor tunggal Daiichi Sankyo Indonesia. Transamin adalah obat antipendarahan berbahan baku asam traneksamat pertama di Indonesia.

“Alhamdulillah PPI mencatatkan laba bersih di Semester I tahun 2020 ini, kami terus lakukan inovasi bisnis di tengah pandemik ini dengan tetap fokus pada core bisnis perusahaan. Kolaborasi yang baik PPI dengan UMKM, petani, peternak, dan nelayan tidak luput menciptakan peningkatan transaksi ekspor kami,” ujar Direktur Utama PT PPI , Fasika Khaerul Zaman, di Jakarta. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading PPI Terus Lakukan Inovasi Model Bisnis di Tengah Pandemi. Please share...!

Back To Top