Produsen Baja Ringan Tanam Investasi US$4,9 Juta di Kawasan Industri Kendal

General Manager PT Gerai Baja Ringan Kepuh (GBRK) Rico Chandra B, Presdir PT Sunrise Steel Henry Setiawan, Sekretaris Jenderal Kemperin Achmad Sigit Dwiwahjono dan Direktur Jenderal Ilmate Kemperin Taufiek Bawazier pada peresmian pabrik baja GBRK di Mojokerto, Jawa Timur



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Kementerian Perindustrian (Kemperin) terus mendorong tumbuhnya industri logam di Tanah Air yang merupakan sektor strategis dalam menopang kebutuhan bahan baku bagi industri lainnya. Upaya ini dipacu melalui peningkatan investasi yang diyakini dapat lebih memperkuat struktur manufaktur di dalam negeri.

“Sebagai mother of industry, sektor industri logam berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional,” kata Sekretaris Jenderal Kemperin, Achmad Sigit Dwiwahjono, pada acara Topping Off Pabrik Baru PT Auri Steel Metalindo di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah, Rabu(17/12/2020).

Achmad Sigit Dwiwahjono menjelaskan, industri logam merupakan salah satu sektor yang prospektif untuk ke depannya karena kebutuhan domestik yang cukup besar. Hasil produksi industri ini misalnya banyak diserap di sektor otomotif dan konstruksi. Bahkan, kami melihat industri logam merupakan sektor yang mampu pulih lebih cepat di tengah tekanan pandemi. Lebih lanjut, selama ini industri logam berperan penting dalam mendongkrak nilai tambah bahan baku serta membawa efek yang luas bagi perekonomian, di antaranya sebagai penghasil devisa dari ekspor dan menyerap banyak tenaga kerja. “Jadi, sektor ini akan menjadi faktor pendorong bagi peningkatan daya saing ekonomi bangsa,” imbuhnya.

Untuk itu, Kemperin memberikan apresiasi kepada PT Auri Steel Metalindo yang telah menanamkan modalnya di Kawasan Industri Kendal sebesar US$ 4,9 juta dengan target penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.000 orang. Perusahaan ini akan memproduksi atap baja ringan dengan kapasitas mencapai 400.000 ton per tahun. “Investasi ini merupakan bukti peran serta dalam upaya membangun dan mengembangkan industri baja di Indonesia khususnya produk baja ringan. Selain itu, investasi ini menjadi solusi untuk menanggulangi PHK karena dampak pandemi,” ujar Sigit.

Diharapkan, dengan dukungan dari pemerintah, perusahaan dapat pula mengambil peluang dan bisa mengembangkan pasarnya lebih luas di tengah tantangan berat karena dampak pandemi Covid-19.

Sigit mengemukakan, guna memacu daya saing industri, Kemenperin telah mendorong pembangunan kawasan yang terintegrasi. Misalnya dengan menjaga ketersediaan bahan baku, kelancaran arus logistik, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) kompeten, dan pelestarian lingkungan. “Pemerintah sedang mendesain super koridor ekonomi Pantai Utara Jawa. Salah satunya ditopang oleh Kawasan Industri Kendal. Di sini, kami sudah memfasilitasi pembangunan politeknik yang diharapkan dapat mencetak SDM kompeten untuk mendukung terciptanya inovasi,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kemperin, Taufiek Bawazier menyampaikan, industri baja sebagai sektor hulu memiliki peran yang vital dalam menopang pembangunan nasional. “Pabrik baru PT Auri Steel Metalindo ini merupakan sebuah prestasi tersendiri bagi Kawasan Industri Kendal dan Provinsi Jawa Tengah dalam kontribusinya membangun perekonomian nasional, khususnya pada sektor industri baja, di tengah masa pandemi Covid-19,” paparnya.

Taufiek Bawazier menegaskan, pemerintah bertekad untuk mengkaselerasi program substitusi impor 35 persen pada tahun 2022. Salah satunya menyasar di sektor industri logam. Guna mewujudkan sasaran tersebut, diperlukan penciptaan iklim usaha industri yang kondusif dan kompetitif sehingga mendongkrak utilisasi serta kemampuan inovatif di sektor industri. “Untuk menopang penciptaan iklim usaha industri logam yang kondusif di masa pandemi saat ini, pemerintah dalam hal ini Kemenperin telah menjalankan beberapa kebijakan strategis bagi sektor industri agar bisa tetap menjalankan kegiatan usahanya sehingga bisa bertahan dalam kondisi sulit ini,” papar Taufiek.

Kebijakan tersebut di antaranya penerapan regulasi impor baja berdasarkan supply-demand dan fasilitas harga gas bumi bagi sektor industri sebesar US$ 6 per MMBtu. Selain itu, menerbitkan Izin Operasional Mobilitas dan Kegiatan Industri (Iomki) yang bertujuan untuk menjaga aktivitas industri dapat tetap beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat.

Direktur Utama PT Auri Steel Metalindo, Auripallas Pramana mengungkapkan realisasi pembangunan pabriknya sudah mulai dilakukan sejak awal tahun 2020. Menurutnya, KIK sebagai Kawasan Ekonomi Khusus memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan Kawasan lainnya. "Tetapi kita juga memiliki confidence level yang tinggi dengan pengembangnya, yaitu PT Jababeka Tbk. dan Sembcorp dari Singapura. Sebab untuk menentukan lokasi pabrik, kontinuitas dan peran pengelola sangat penting untuk keberlangsungan operasi pada jangka panjang,” tuturnya. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Produsen Baja Ringan Tanam Investasi US$4,9 Juta di Kawasan Industri Kendal. Please share...!

Back To Top