Sinergi Pertamina dan Pemangku Kepentingan Perkuat Peran UMKM

Webinar bertajuk “UMKM Bangkit Dorong Penggunaan LPG Nonsubsidi” di Jakarta, Rabu (16/12/2020)



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Pertamina (Persero) bersinergi dengan pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan perguruan tinggi, untuk memperkuat peran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal ini merupakan perwujudan komitmen Pertamina dalam mengimplementasikan program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan mengacu pada standar ISO 26000.

“Program kemitraan yang dijalankan Pertamina tidak hanya sekadar menyalurkan pinjaman modal usaha, tetapi melakukan pendampingan, evaluasi dan berbagai pelatihan. Muaranya agar pelaku usaha bisa mandiri, bertumbuh dan usaha yang dijalankan berkelanjutan,” ujar VP CSR SMEPP Management Pertamina, Arya Dwi Paramita, pada webinar bertajuk “UMKM Bangkit Dorong Penggunaan LPG Nonsubsidi” di Jakarta, Rabu (16/12/2020).

Program Kemitraan Pertamina dilaksanakan sejak 1993 dan tercatat telah menyalurkan pinjaman modal usaha kepada 64.000 pelaku usaha yang menjadi mitra binaan. Total akumulasi dana yang disalurkan sejak 1993 mencapai Rp 3,5 triliun. “Ini merupakan program pada tingkat tertinggi dari siklus pemberdayaan masyarakat. Kami melakukan pembinaan dan mempertemukan mitra binaan dengan ekosistemnya sehingga ketika mereka sudah benar-benar lepas, mereka sudah bisa mandiri dan diharapkan terus bertumbuh dan berkelanjutan,” jelas Arya.

Program Kemitraan Pertamina sampai akhir November 2020 telah menyalurkan sebesar Rp 241 miliar kepada 2.199 pelaku usaha kecil. Lebih lanjut, Arya mengatakan, tahun ini Pertamina merilis program Pinky Movement, yaitu program yang diarahkan khusus untuk pelaku usaha yang menjalan usaha perdagangan LPG dan juga pelaku usaha di bidang kuliner dan usaha kecil lainnya yang menggunakan LPG sebagai sumber energi. Tanggungjawab yang dijalakan Pertamina dalam Program Kemitraan dilakukan melalui beberapa tahapan, dimulai pemetaan potensi, untuk menentukan jenis usaha yang sesuai dengan kebutuhan setempat, pengembangan potensi kemudian memberikan fondamen ekonomi berupa permodalan. “Kami juga melakukan pendampingan kepada mereka,” katanya.

Asisten Deputi Penyuluhan Kementerian Koperasi dan UKM Bagus Rachman mengatakan program permodalan UMKM yang dilakukan Pertamina sejalan dengan misi pemerintah khususnya Kementrian Koperasi dan UKM dimana target yang tertuang dalam RPJMN 2020-2024, yakni menumbuhkan kewirausahaan nasional, industri kecil dengan bersinergi dengan kementreian lain ataupun badan usaha baik nasional maupun swasta. Kementerian Koperasi dan UKM, sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 123, 46 triliun untuk UMKM. Dana tersebut tidak termasuk 12 juta UMKM yang mendapatkan bantuan langusng pemerintah agar bisa survive karena pandemi Covid-19. “Bantuan untuk UMKM agar terus survive di tengah pandemi ini, agar bisa bertahan dalam empat bulan. Sejak September sampai Desember 2020,” jelas dia lagi.

Dia berharap sinergi Kementerian Koperai dan UMKM dengan Pertamina terkait pemberdayaan koperasi dan UMKM di bidang energi, pemerataan energi nasional, distribusi gas dan juga minyak. “Kita ingin agar koperasi dan UMKM, bisa naik level, ke jengjang lebih tinggi, sehingga ikut mendukung terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dosen Administrasi Bisnis FISIP Undiversitas Padjadjaran Healthy Nirmalasari mengatakan ada tiga hal yang harus menjdi perhatian dalam pemberdayaan UMKM. Pertama, memastikan perbaikan berkelanjutan menjadi semangat berwirausaha para UMKM. Kedua, memperluas kolaborasi kepada pihak yang dapat membantu research and development. Ketiga, mengedekuasi pasar untuk membersamai UMKM dengan mengonsumsi sebagai perwujudan Cinta Tanah Air. Tanpa memperhatikan tiga kondisi tersebut, sulit bagi UMKM berkembang apalagi diharapkan bertumbuh dan mandiri.

Yeni Arzah, warga Kelurahan Kerang, Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur yang memiliki usaha pembuatan ampalng, mendapatkan bantuan permodalan usaha dari Pertamina sebesar Rp 130 juta. Yeni juga melakukan inovasi dan pengembangan usaha ‘Buah Merundut’ dengan membuat keripik pisang, singkong, talas dan kerupuk udang serta kerupuk ikan. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Sinergi Pertamina dan Pemangku Kepentingan Perkuat Peran UMKM. Please share...!

Back To Top