UMKM Didorong Berbasis Digital di Era Pandemi

Webinar DigiTalk bertema ‘Membawa Semangat Hari Nusantara 2020 Menuju UMKM Hebat Berbasis Digital di Era Pandemi'



SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Di masa pandemi, pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah perlu berpindah ke ruang digital agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan ke pasar global. Hal itu muncul dalam seminar online atau webinar bertema 'Membawa Semangat Hari Nusantara 2020 Menuju UMKM Hebat Berbasis Digital di Era Pandemi, yang digelar oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kominfo, Septriana Tangkary menyampaikan, di masa pandemi, UMKM diharapkan dapat berpindah ke platform online agar lebih aman secara social distancing dan dapat menjangkau lebih banyak konsumen. "Bahkan, UMKM juga dapat meningkatkan kualitasnya melalui awalan on-boarding, kemudian active selling, dilanjutkan dengan scaling up the business, dan terakhir diharapkan mampu untuk go-international,” kata Septriana, Selasa (8/12/2020).

Sampai saat ini, kata Septriana, melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia terhitung sudah 3,2 juta UMKM yang telah berpindah ke ruang digital. "Jumlah ini melebihi ekspektasi karena awalnya target pada bulan Desember 2020 adalah sebesar 2 juta UMKM yang onboarding,” ungkap Septriana.

Ketua Umum Dharma Pertiwi, Nanny Hadi Tjahjanto mengungkapkan, Ladara adalah marketplace yang didirikan oleh Dharma Pertiwi yang merupakan singkatan dari 3 matra yang ada di TNI yaitu Laut, Darat dan Udara. "Ladara merupakan komunitas istri-istri anggota TNI yang disupervisi oleh Dekranas yang diperuntukan bagi masyarakat Indonesia untuk mengembangkan produk unggulan UMKM secara online agar tetap produktif, kreatif dan inovatif,” kata Nanny.

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kemenko Marves, Odo Manuhutu memaparkan, konsumen yang beralih dari barang bermerek ke barang-barang yang lebih murah tahun ini meningkat 3,3 kali lipat dari tahun sebelumnya. "Dengan standarisasi produk dan kemasan yang baik, produk UMKM lokal bisa bersaing dengan produk bermerek asing di negeri sendiri. Hal itu membuat peluang bagi para pelaku UMKM yang memasarkan produknya secara digital menjadi lebih besar lagi," tandas Odo.

Asisten Deputi Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Destry Anna Sari menjelaskan, upaya pemerintah untuk meningkatkan UMKM menuju standar internasional, dilakukan melalui 3 transformasi. "Transformasi informal menjadi formal atau kelembagaan, transformasi digital dengan menggunakan data analytic untuk meningkatkan produk dan menciptakan produk baru, serta transformasi global value chain,” ujarnya.

Vice President of Public Policy and Government Relation Tokopedia, Astri Wahyuni menambahkan, Tokopedia menjadi salah satu kolabolator dalam Gernas BBI, dengan melakukan beberapa kegiatan yang bertujuan untuk membantu UMKM untuk onboard ke Tokopedia. "Hal itu dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan untuk para UMKM yang ingin beralih usahanya ke digital. Tujuannya untuk menjangkau produknya ke seluruh Indonesia. Ada dua kelas yaitu kelas pemula dan kelas lanjutan,” kata Astri. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading UMKM Didorong Berbasis Digital di Era Pandemi. Please share...!

Back To Top