Investor Bisa Beli ORI019 Sambil Menonton Drama Korea

Diskusi virtual pada peluncuran ORI019 di Jakarta, Senin (25/1/2021)



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Pemerintah menerbitkan surat berharga negara (SBN) ritel pertama di 2021, yakni Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI019. Besaran kupon ORI019 yang ditawarkan pemerintah tak jauh berbeda dengan pendahulunya, ORI018 yang memiliki kupon 5,70% per tahun. Pemerintah pada 2020 menerbitkan dua seri ORI yakni ORI018 yang terbit Oktober 2020, serta ORI017 yang terbit pada Juni 2020.

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Deni Ridwan, menyampaikan memberikan kesempatan kepada masyarakat sebagai instrumen investasi yang aman dan menguntungkan sertan membantu pembiayaan APBN melalui investasi SBN ritel. "Tren investor milenial dari penerbitan ORI017 dan ORI018, jumlah investor 42 ribu ORI17 dan 26 ribu investor ORI018, dari jumlah tersebut sekitar 45% adalah investor baru, dari sisi generasi sekitar 30% hingga 40% adalah investor generasi milenial," ujar Deni di sela-sela peluncuran virtual ORI019 di Jakarta, Senin (25/1/2021). Tren investor milenial membeli ORI itu merupakan hal yang positif.

Deni menyebutkan investor mudah memesan pembelian ORI019 di mitra distribusi (midis). Untuk yang pertamakali berinvestasi, Deni mengimbau investor untuk mendaftarkan diri di midis untuk diproses lebih lanjut. "Menariknya pemesanan bisa dilakukan online web based atau aplikasi. Jadi, untuk generasi rebahan, Anda tidak perlu ke luar rumah, cukup dari rumah sambinl ngopi-ngopi dan nonton drama Korea dan sambil melakukan aktifitas lainnya bisa berinvestasi di ORI dari gawai," tutur Deni.

ORI019 bertenor 3 tahun dengan besaran kupon tetap dibayarkan secara bulanan. ORI019 akan memiliki mininum holding periode selama satu kali periode pembayaran. Selanjutnya, SBN ritel itu dapat diperdagangkan sebelum jatuh tempo. Deni optimistis kupon ORI019 akan menarik minat investor lantaran tren suku bunga cenderung rendah. Pemerintah menerbitkan instrumen ORI019 di dalam jaringan (daring) atau e-SBN kepada masyarakat dengan tingkat kupon 5,57% per tahun. Penerbitan ORI019 ini jatuh tempo pada 15 Februari 2024. “Hasil pembelian ORI ini akan masuk general financing, rekening negara untuk pembiayaan APBN dan distribusikan untuk berbagai program pembiayaan, seperti infrastruktur, kesehatan dan pemulihan ekonomi termasuk pengadaan vaksin (covid-19),” tutur Deni

Masa penawaran ORI019 berlaku sejak 25 Januari hingga 18 Februari 2021.Masyarakat dapat membeli obligasi ritel ini dengan minimum pemesanan Rp 1 juta dan maksimum pemesanan Rp 3 miliar. Pemesanan dapat dilakukan masyarakat melalui midis melalui empat tahap yaitu pendaftaran, pemesanan, pembayaran dan penyelesaian atau konfirmasi yang mudah diakses di daring. Pemerintah sudah menunjuk 26 mitra distribusi untuk transaksi ini antara lain 16 bank umum, empat perusahaan efek, tiga perusahaan efek khusus dan tiga perusahaan teknologi finansial (tekfin) peer-to-peer lending. Sebanyak 16 bank umum tersebut antara lain PT Bank Central Asia Tbk, Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Maybank Indonesia Tbk, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Kemudian, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank UOB Indonesia, PT Bank Commonwealth, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, dan PT Bank Victoria International Tbk.

Sebanyak empat perusahaan efek antara lain PT Trimegah Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PTBahana Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. Selain itu tiga perusahaan efek khusus adalah PT Bareksa Portal Investasi, PT Star Mercato Capitale (Tanamduit), dan PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee). Terakhir tiga perusahaan tekfin yaitu PT Investree Radhika Jaya (Investree), PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku), dan PT Lunaria Annua Teknologi (Koinworks). (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Investor Bisa Beli ORI019 Sambil Menonton Drama Korea. Please share...!

Back To Top