Pengembang Optimistis Pasar Properti Segera Pulih

Jajaran direksi dan komisaris Tanrise Property (dari kiri ke kanan) Komut Hermanto Tanoko, Komisaris Sanderawati Joesoef dan Direktur Utama Belinda Tanoko bersama CEO PTI Architect Doddy A Tjahjadi usai acara diskusi ‘The Greater Surabaya Property Outlook 2021‘ di Surabaya



SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Lembaran baru di tahun 2021 menghembuskan angin segar yang membawa harapan bagi pelaku pasar di sektor properti di Jawa Timur. Pasalnya tahun ini diprediksi akan menjadi masa transisi dan pemulihan pasar properti.

Direktur Utama Tanrise Property, Belinda Tanoko mengatakan, masa transisi dan pemulihan itu sudah mulai terlihat dalam dua bulan terakhir di 2020. Seluruh pelaku di sektor properti mulai dari konsumen, developer, pekerja hingga perbankan perlahan bergerak bangkit dan maju untuk berusaha memulihkan ekonomi Indonesia. "Kabar baik adanya vaksin Covid-19, diharapkan membuat perekonomian semakin pulih. Sementara sektor properti terus bergerak beradaptasi dengan era new normal," kata Belinda, Selasa (5/1/2021).

Belinda memapaparkan, hasil riset yang dilakukan Tanrise Property belum lama ini tentang tren dan prediksi perkembangan pasar properti di 2021. Hasilnya, di sektor perumahan, rumah tapak (landed house) dengan harga di bawah Rp 500 juta akan menjadi incaran konsumen. Sedangkan rumah dengan harga Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar akan stabil namun sedikit tertunda penjualannya. Adapun rumah dengan harga di atas Rp 5 miliar akan terbatas, karena pasar rumah mewah akan dipengaruhi secondary market dari investor. "Untuk sektor vertical housing atau apartemen, unit menengah bawah dengan rentang harga di bawah Rp 400 juta akan menjadi berat, karena low demand but high availability,” papar Belinda.

Lalu, hunian vertikal kelas menengah, yaitu antara Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar masih akan didominasi oleh investor yang ingin mendapat tingkat pengembalian yang tinggi. "Sedangkan, hunian vertikal kelas mewah, harga di atas Rp 3 miliar sangat terbatas sekali khususnya di Surabaya, sebab hunian ini memiliki segmen pasar khusus," tandasnya.

Riset juga menunjukkan, kata Belinda, cara pembayaran yang mudah masih merupakan daya tarik bagi pasar ini. Sebab, dalam sektor industrial, Covid-19 merombak pola konsumsi dunia, belanja melalui e-commerce sudah menjadi kebiasaan dan kebutuhan. "Selain itu, kolaborasi antara e-commerce global dan nasional menjadi alasan peningkatkan sektor industrial properti. Sektor industrial menjadi satu-satunya sektor properti yang masih bertahan dan bergerak secara positif," tandasnya.

Menurut Belinda, properti masih menjadi pilihan investasi dibandingkan sektor lainnya. Kehadiran omnibus law, diyakini menambah kesempatan investasi baik dari investor dalam maupun luar negeri, dan suku bunga pinjaman bank single digit yang semakin menarik dan suku bunga deposito yang kecil. "Dana yang ditabung di bank masih berjumlah besar dan menjadi peluang untuk investasi di sektor properti," terang Belinda.

Belinda menambahkan, Tanrise Property optimistis di tahun 2021 akan menjadi salah satu pionir properti baru dari Surabaya. Apalagi, Tanrise baru saja meraih 2 award dari Indonesia Property Award 2020 by PropertyGuru yang diterima Tanrise pada akhir tahun 2020 kemarin. "Tanrise Property terus berkomitmen untuk terus beradaptasi dan mengembangkan properti yang sesuai dengan demand masyarakat," pungkasnya.

Sementara, Komisaris Utama Tanrise Property, Hermanto Tanoko mengungkapkan, di tahun 2021 ekonomi diyakini bisa bertumbuh sehingga investasi di bidang properti ikut bergerak. "Dengan nilai mata uang yang semakin tergerus tentunya investasi di sektor properti merupakan peluang. Apabila menunggu ekonomi meningkat baru membeli, bisa saja dari sisi harga sudah ada perubahan,” terang Hermanto.

Menurut Hermanto, selain lokasi, reputasi developer apalagi setelah terkena dampak pandemi ini, siapa di balik proyek-proyek tersebut akan menjadi pertimbangan calon konsumen atau pembeli produk properti. Apalagi, kalau pengembang itu adalah perusahan yang sudah terbuka sehingga akan lebih transparan atau mudah dilihat dari laporan keuangannya. "Ini yang membanggakan kami, karena Tanrise Property sudah menjadi perusahaan terbuka dengan debt eguity rasio cukup rendah sebesar 28 persen. Ini tentunya bisa menambah keyaninan bagi konsumen pembeli untuk berinvestasi di properti, karena selain lokasi proyek yang bagus, developer terpencaya dan konsep dari proyek yang fokus,” tegasnya. (pr)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Pengembang Optimistis Pasar Properti Segera Pulih. Please share...!

Back To Top