Aset Digital Jadi Instrumen Baru dalam Ekosistem Koperasi

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) PT NHC Teknologi Indonesia dengan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin)



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Koperasi saat ini masih diposisikan sebagai pelengkap sistem ekonomi di masyarakat. Koperasi belum menjadi mainstream pelaku usaha yang memiliki produktivitas, inovasi dan kreativitas sebanding dengan pelaku usaha swasta atau negara. Padahal, kinerja usaha koperasi secara nasional berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM (Kemkop UKM) sampai tahun 2020 lalu terbilang sangat baik.

Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Dr Agung Sudjatmoko MM mengatakan, koperasi membutuhkan revolusi mindset dan strategi bisnis menyongsong masa depan. Oleh karena itu, aset digital menjadi salah satu yang harus dibangun di gerakan koperasi. "Teknologi blockchain menciptakan sistem bisnis yang transparan, menggunakan aset digital dan sebagai sistem bisnis yang bisa membangun trust serta memberikan jaminan keamanan atas para pelakunya," kata Agung, Senin (22/2/2021).

Menurut Agung, terobosan yang harus dilakukan koperasi adalah mengubah model bisnis yang dilakukan saat ini. Koperasi saat bisnis di zona nyaman, dengan tantangan yang kecil, jauh dari kerja sama dan kolaborasi. "Trust dan interoperabilitas sesama koperasi dan koperasi ke pelaku bisnis lain sangat rendah, dan yang mendasar belum menggunakan teknologi digital secara optimal," imbuhnya.

Kondisi serba setengah, lanjut Agung, menjadikan koperasi tidak pernah mencapai skala bisnis yang lebih besar atau konglomerasi. Tentunya, tidak mudah memang mengubah paradigma dan model bisnis di koperasi. "Oleh karenanya, koperasi perlu keluar dari zona nyaman selama ini dan menggandeng perkembangan teknologi agar bisa melayani para anggotanya secara lebih efektif dan optimal," tegasnya.

Agung menambahkan, kondisi pandemi Covid-19 saat ini menjadi momentum percepatan dan adaptasi serta transformasi gerakan koperasi, mengingat laju teknologi digital yang luar biasa. "Salah satu terobosan yang dapat dilakukan oleh gerakan koperasi menuju digitalisasi adalah bekerja sama dengan PT NHC Teknologi untuk membangun sistem finansial digital di atas ekosistem koperasi melalui pemanfaatan Neo Holistic salah satunya sebagai instrumen baru dalam ekosistem di koperasi," tandas Agung.

CEO PT NHC Teknologi Indonesia, Irvan Tisnabudi menambahkan, pihaknya ingin menciptakan solusi agar para anggota koperasi, khususnya anggota koperasi milenial, dapat menikmati layanan simpan pinjam berbasis aset digital (Neo Holistic) yang simpel dan praktis. "Layanan ini dapat diakses oleh seluruh penduduk Indonesia bahkan dunia hanya dengan menggunakan smartphone, memiliki jaminan investasi berupa aset riil dan memberikan manfaat kepada seluruh pihak yang ada di dalam ekosistem digital," pungkasnya. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Aset Digital Jadi Instrumen Baru dalam Ekosistem Koperasi. Please share...!

Back To Top