Bank Mandiri Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 4,4%

Ilustrasi Bank Mandiri



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Bank Mandiri (Persero) tahun ini memperkirakan ekonomi nasional tumbuh 4,4%, didukung pertumbuhan setiap pulau dan provinsi. Prediksi tersebut lebih baik dari tahun 2020 yang masih terkontraksi 2,07%.

"Katalis positif yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi regional adalah kenaikan harga komoditas seperti CPO, karet, batu bara dan minyak mentah yang akan membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi di wilayah berbasis komoditas seperti Sumatera dan Kalimantan. Katalis positif lain adalah program stimulus pemerintah yang berjumlah Rp 619 triliun," terang Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro dalam keterangannya, Selasa (9/2/2021).

Andry menambahkan, program vaksinasi dan vaksin tentu bisa menjadi game changer bagi pemulihan ekonomi, namun membutuhkan waktu untuk membuktikan vaksin efektif melindungi tubuh dari infeksi virus, dan menumbuhkan confidence konsumen maupun produsen. "Sementara itu, faktor risiko terbesar ke depan adalah laju peningkatan kasus Covid-19 yang sampai saat ini belum bisa ditekan," ucap dia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi hampir di semua pulau mengalami kontraksi kecuali Pulau Sulawesi dan Papua-Maluku. Pulau Papua-Maluku dengan proporsi PDRB 2,4% dari PDB Nasional tumbuh paling tinggi yaitu sebesar 1,44%; Sulawesi (proporsi 6,6%) tumbuh 0,23%. Sebaliknya, Pulau Bali-Nusa Tenggara dengan proporsi PRDB sebesar 2,9% dari PDB Nasional, mengalami kontraksi paling dalam sebesar -5,01%. Selanjutnya, Pulau Kalimantan (proporsi 7,7%) terkontraksi sebesar -2,27%; Pulau Jawa (proporsi 58,9%) tekontraksi sebesar -2,51%; Sumatera (proporsi 21,5%) terkontraksi sebesar -1,19%.

Berdasarkan provinsi, hanya tiga provinsi mengalami pertumbuhan ekonomi positif, yaitu Provinsi Papua yang tumbuh 2,32%, Sulawesi Tengah (4,86%) dan Maluku Utara (4,92%). Provinsi-provinsi yang mengalami pertumbuhan positif walaupun ada pandemi Covid-19, didorong oleh aktivitas pertambangan dan pengolahan barang tambang yaitu tembaga di Papua dan nikel di Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. Di Pulau Jawa kontraksi ekonomi tertinggi terjadi di Provinsi Banten sebesar -3,38%, disusul DIYogyakarta -2,69%, Jawa Tengah -2,65%, Jawa Barat -2,44%, Jawa Timur -2,39% dan DKI Jakarta -2,36%. Provinsi-provinsi di Pulau Jawa terkontraksi cukup dalam karena aktivitas ekonomi berkurang akibat pembatasan kegiatan, seperti PSBB dan PPKM. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Bank Mandiri Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 4,4%. Please share...!

Back To Top