Belajar Mandarin Lewat Teknologi Augmented Reality

Konferensi pers Cakap meluncurkan program Mandarin for Kids dengan menerapkan teknologi augmented reality via video conference



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Cakap, sebagai startup edukasi pengembang aplikasi belajar online interaktif meluncurkan program “Mandarin for Kids” dengan menerapkan teknologi augmented reality (AR) via video conference. Langkah ini dilakukan Cakap dalam rangka terus membuat terobosan baru di dunia teknologi pendidikan atau education technology (EdTech) untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan intuitif untuk para muridnya, terutama anak-anak. Dalam menjajaki teknologi ini, Cakap bekerja sama dengan salah satu perusahaan teknologi augmented reality asal Indonesia terkemuka di Asia Tenggara, AR andCo.

Program “Mandarin for Kids” menggunakan metode live tutoring yang menghubungkan anak dengan penutur bahasa Mandarin profesional agar dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Mandarin secara efektif, dan menarik melalui kelas online. Dalam peluncuran, Rabu (10/2/2021), Cakap menjelaskan bahwa pengalaman menggunakan augmented reality dalam pembelajaran bahasa Mandarin akan menambah daya tarik, dan mempermudah anak dalam menangkap materi pembelajaran, terutama di masa pandemi Covid-19 di mana pengalaman imersif dalam belajar sangat terbatas.

“Anak-anak membutuhkan realita (objek nyata) dalam belajar karena konsep abstraknya belum berkembang. Hal ini semakin penting dalam bahasa yang memiliki acuan piktograf seperti Mandarin. Penggunaan teknologi AR akan mampu menjembatani kebutuhan belajar anak akan realia sehingga pembelajaran semakin efektif,” ujar Course Manager Cakap Yoshua Yanottama dalam keterangan pers.

Sedangkan General Manager AR and Co., Juliwina percaya kerja samanya dengan Cakap akan memberi solusi dalam tantangan interaksi daring (online). “AR and Co. percaya bahwa melalui kerja sama dengan Cakap dengan membawa teknologi digital reality dari feature yang kami namakan ‘ISeeAR’ ini akan memberi solusi dalam aneka tantangan dalam interaksi daring, bahkan menciptakan bentuk interaksi baru yang dalam dunia nyata belum ada sehingga dapat menumbuhkan semangat belajar bahasa Mandarin bagi anak hingga orang tua untuk tetap melaksanakan kewajiban dalam menuntut ilmu,” demikian penjelasannya.

Menurut Bank of China, beberapa tahun terakhir ini jumlah siswa Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang memilih untuk menempuh pendidikan ke luar negeri cenderung stabil dengan jumlah di atas 250.000. Data terbaru dari Menteri Pendidikan Republik Rakyat Tiongkok, terdapat lebih dari 490.000 pelajar internasional yang memilih belajar ke Negeri Tirai Bambu. Orang tua semakin menyadari bahwa mempersiapkan pendidikan masa depan dan daya saing anak Indonesia sejak dini adalah kunci. Itu sebabnya, kursus "Mandarin for Kids" ini diharapkan dapat menjadi jawaban belajar bahasa Mandarin terbaik untuk orang tua di Indonesia.

CEO WIR Group Michael Budi menambahkan bahwa ini adalah langkah baru yang menarik. Dengan bekerja sama dengan salah satu EdTech terbaik di Indonesia, “kami berharap bahwa feature teknologi terbaru dari unit AR and Co kami yaitu 'ISeeAR' dapat membantu orang tua dan anak untuk tetap termotivasi untuk belajar di rumah di tengah kejenuhan belajar online yang berkepanjangan belakangan ini.”

Chief Creative Officer (CCO) Cakap Margarita Tan menuturkan, Cakap percaya dengan kolaborasi antara industri EdTech dan perusahaan AR technology maka sinergi dan dampak terhadap industri pendidikan akan semakin meningkat. “Peluncuran 'Mandarin for Kids' kali ini tidak sekadar untuk memperkenalkan produk terbaru dari Cakap, tetapi juga untuk mempersiapkan anak muda Indonesia dalam meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin. Karena kami percaya, bahwasanya untuk mendapatkan kesempatan pendidikan terbaik bukan terjadi dalam sekejap, harus dimulai sejak dini sehingga anak mampu memahami kunci pengaplikasian strategi yang benar untuk memperoleh peluang tersebut,” ujar Margarita. (ym)

Labels: IPTEK

Thanks for reading Belajar Mandarin Lewat Teknologi Augmented Reality. Please share...!

Back To Top