Pertamina Sudah Digitalisasi 5.518 SPBU

Ilustrasi SPBU (Foto: istimewa)



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Pertamina (persero) terus melakukan inovasi salah satunya melakukan digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hingga saat ini PT Pertamina sudah menjalankan program digitalisasi sebanyak 5.518 SPBU.

"SPBU yang sudah menjalankan program digitalisasi sebanyak 5.518 SPBU tersebar di seluruh Indonesia," kata Manager Retail PT Pertamina (persero) Marketing Operation Regional (MOR) II Putut Adriatno dalam keterangan yang diterima Selasa (9/2/2020).

Dia mengatakan, program digitalisasi bisa memonitor langsung bila stok bahan bakar minyak (BBM) di SPBU habis, sehingga Pertamina bisa cepat mengirim. Selain itu, Pertamina dapat memantau dan mendata konsumen yang membeli BBM di SPBU dengan menggunakan cashless program. Konsumen dapat membeli BBM tanpa harus membayar uang tunai di masa pandemi seperti saat ini. "Meski dihadapkan dengan pandemi, Pertamina berkomitmen mewujudkan visi sebagai perusahaan energi global serta mewujudkan kemandirian energi nasional," katanya.

Menurut dia, digitalisasi SPBU berdampak positif bagi Pertamina karena akan menyediakan data dan informasi akurat serta real time. Data ini akan digunakan perusahaan sebagai alat untuk melakukan keputusan strategis dalam memastikan keandalan suplai energi dan pelayanan pada masyarakat. Digitalisasi SPBU juga bisa menjalankan monitoring penjualan BBM subsidi khususnya solar jenis BBM tertentu (JBT), salah satunya dengan pencatatan nomor polisi kendaraan dengan menggunakan sistem pre-purchase yang hingga saat ini telah mencapai 82% dari total transaksi per hari. Untuk penggunaan teknologi video analytic (kamera) sedang dikaji dari berbagai aspek. "Pertamina telah menyiapkan pengembangan menggunakan data dan informasi yang didapat dari digitalisasi SPBU, yakni sistem autoreplenishment dan sistem prepurchase pembelian BBM subsidi," kata dia

Menurut Putut, manfaat utama setelah selesainya digitalisasi SPBU yakni secara real time dapat melakukan monitoring penjualan, stok di SPBU, penerimaan BBM saat bongkar muat dari mobil tanki, dan mengembangkan autoscheduling dalam pengiriman BBM ke SPBU. "Dengan demikian, digitalisasi SPBU membantu kami memastikan penyaluran BBM tepat sasaran dan memastikan stok di SPBU selalu mencukupi," cetusnya. (ym)

Labels: Migas

Thanks for reading Pertamina Sudah Digitalisasi 5.518 SPBU. Please share...!

Back To Top